Tanker Kandas, 2500 meter Persegi Terumbu Karang Kolaka Rusak – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Tanker Kandas, 2500 meter Persegi Terumbu Karang Kolaka Rusak

Kapal Pengangkut Minyak Sawit Merusak Terumbu Karang di Kolaka.FOTO:Dadang/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kolaka–Di Raja Ampat, Papua Barat ada kapal pesiar Caledonian Sky yang karam dan menghancurkan seluas 13.533 meter persegi terumbu karang. Perusahaan kapal pesiar itu dituntut ganti rugi sebesar 800 sampai 1200 dollar Amerika per meter persegi terumbu karang. Di Kolaka, ada kejadian mirip. Kapal tanker yang membawa minyak sawit PT.Damai Jaya Lestari, karam disekitar pulau Maniang pada kedalaman sekitar 10 meter dan menghancurkan sekitar 2.500 meter persegi terumbu karang. Sayangnya, tidak ada tanggungjawab PT.DJL apalagi teguran keras Pemkab Kolaka.

Kapal tersebut diketahui bernama lambung KM.Amasnusa yang tengah dalam perjalanan ke pelabuhan Kolaka. Kepala Pusat Kajian Pengembangan Teluk Bone Universitas Sembilanbelas November (USN) Kolaka, Sahrir mengatakan pasca menerima laporan kapal karam dari nelayan, ia bersama tiga rekannya melakukan pengecekan kondisi terumbu karang di lokasi kapal karam. Hasilnya, terlihat kerusakan parah pada terumbu karang di daerah tersebut akibat tertabrak KM.Amasnusa. “Identifikasi awal kami luas kerusakan terumbu karang akibat kandasnya kapal itu mencapai 2.500 meter persegi,” terangnya.

Kondisi tersebut terang Sahrir membuatnya sangat prihatin. Pasalnya, selain membutuhkan biaya mahal untuk pemulihan, juga dibutuhkan waktu yang cukup panjang untuk mengembalikan kondisi terumbu karang seperti semula. “Terumbu karang ini berusia ratusan tahun, dan anehnya tidak ada tindakan apapun dari pemerintah terhadap perusahaan tersebut,” kata Sahrir. “Pihak Pemda belum ada perhatiannya, padahal terumbu karang di sekitar pulau Padamaran Kolaka, merupakan aset yang harus dijaga demi pengembangan teluk Bone,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu penyelam Kolaka, Hastu juga mengatakan rusaknya terumbu karang di perairan Kolaka adalah perbuatan yang tidak boleh didiamkan. “Kandasnya kapal minyak sawit milik DL Sitorus itu mengakibatkan delapan spesies karang acropora rusak parah. Kapal tanker yang merusak terumbu karang di depan pulau Padamarang itu terjadi pada tanggal 15 Februari lalu. Saat itu, kapal bernama KM Amasnusa itu mengangkut minus sawit dari pelabuhan Lameuru, Kendari menuju pelabuhan Kolaka. Namun, begitu melintasi perairan Kolaka, kapal tersebut kandas di kedalaman 10 meter, dekat lampu mercusuar,” ujar Hastu. (hud/b)

Click to comment

The Latest

To Top