Sindikat Penipuan Online Asal Sidrap Diringkus di Surakarta – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Sindikat Penipuan Online Asal Sidrap Diringkus di Surakarta

PELAKU PENIPUAN ONLINE BERMODUS JASA PENGIRIMAN BARANG.FOTO:Parepos/fajar

KOLAKAPOS, Sidrap–Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sidrap meringkus sindikat penipuan online modus baru. Bandit yang dipimpin tersangka, Askar usia 20 tahun bekerjsama dengan Erwin usia 22 tahun, mengincar korbannya dengan menjual karpet, sepeda motor dan handphone melalui jasa pengiriman barang ternama di Indonesia. Kapolres Sidrap, AKBP Anggi Naulifar Siregar mengatakan, ada dua tersangka yang berhasil ditangkap dalam kasus ini. “Keduanya ini spesialis penipuan online bermodus jasa pengiriman barang. Untuk memuluskan aksinya, tersangka nekat mencatut nama perusahaan ternama,” ungkapnya saat menggelar jumpa pers, Kamis, 16 Maret.
Kapolres menjelaskan, pengungkapan kasus ini bermula dari laporan warga kerap tertipu dengan kasus seperti ini. Untuk mengelabui korbannya, kata Kapolres, pelaku membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) palsu sebagai jaminan, serta membuat slip pengiriman barang, dan Surat Izin Tempat Usaha (SITU)

Adapun barang bukti yang berhasil disita oleh petugas yakni tiga laptop, satu ponsel merk nokia 1208, satu android 4GLTE, satu pawerban, satu andromax wifi, dompet, empat Surat Izin Tempat Usaha (SITU), lima kuitansi lunas salah satu finance, 26 kertas tanda bukti pengiriman barang, dan lima buah KTP palsu identitas orang lain.
Di hadapan petugas, tersangka mengakui perbuatannya. Penipuan online tersebut sudah lama dilakoninya dengan cara otodidak. Korbannya saat ini sudah mencapai tiga puluh orang. Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Anita Taherong menjelaskan, modus penipuan sebenarnya pelaku adalah penjualan karpet, sepeda motor dan handphone melalui Blackberry Messanger (BBM). Dalam menjalankan aksinya, kedua pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka memalsukan nama perusahaan serta kuitansi pengiriman yang mengatasnamakan perusahaaan salah satu jasa pengiriman barang serta perusahaan pembiayaan sepeda motor. “Untuk meyakinkan korbannya lagi, agar tidak ragu mengirim uang ke rekening yang sudah disediakan, dia juga memalsukan Kartu Tanda Penduduk (KTP) serta surat izin resmi penjualan barang dari asosiasi ternama di Indonesia.” tandas AKP Anita Taherong.

Selain itu, tiga orang warga Sidrap juga dibekuk jajaran Polres Surakarta di Solo. Setelah beberapa kali dibongkar dan pelaku ditangkap, namun aksi penipuan yang dikenal dengan passobis, tak pernah jera. Aksi dilakukan dengan berbagai cara. Salah satunya dengan memasukkan kupon undian palsu ke dalam bungkus mie instan. Belum lama ini, Satreskrim Polresta Surakarta, kembali menggulung empat pelaku penipuan kupon undian ke dalam bungkus mie instan. Empat pelaku yang diciduk adalah, Nukman alias Logan (40), Wahyu (20) dan Junaidi (18) warga Sidrap, dan Gunasis alias Acing (28) warga Bontang, Kalimantan Timur. Logan berperan sebagai koordinator atau ketua kelompok kejahatan tersebut. Sedangkan, Wahyu memiliki peran penerima telepon dari korban yang berhasil dijerat melalui modus penipuan undian berhadiah. “Dalam satu bulan mereka bisa mengumpulkan uang hingga Rp370 juta,” kata Kapolresta Surakarta, Kombes Ahmad Luthfi di kantornya, Selasa 14 Maret 2017.

Penangkapan empat penipu bermula dari laporan, Bambang Likang Saputro (56) warga Mangkubumen, Banjarsari saat membeli tiga bungkus mie instan di sebuah mal di Solo. Salah satu dari tiga bungkus tersebut berisikan kupon berhadiah. Dia lantas menghubungi ke nomor telepon yang tertulis dalam kupon tersebut.
Saat menelepon, Wahyu, yang saat itu mengaku sebagai pimpinan PT Indofood meminta Bambang untuk mengirimkan uang kepada yayasan sosial. Nantinya, korban akan mendapat satu unit mobil yang dikirim ke rumahnya. “Korban mentransfer uang sebesar Rp4,9 juta ke rekening 126401004773501 atas nama Yayang Haryani,” ujar Ahmad.
Berhari-hari ditunggu, mobil yang dijanjikan pun tak kunjung datang. Merasa menjadi korban penipuan, Bambang akhirnya melapor ke pihak berwajib.

Setelah dilakukan penelusuran, keempat tersangka berhasil ditangkap di rumah kontrakan di Kampung Kradenan RT09/ RW52 Ringinsari, Purwomartani, Sleman, Yogyakarta. Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti yang mereka lakukan untuk melancarkan aksi penipuan. Seperti, puluhan ponsel, dua unit printer, tujuh lem kastol, dua alat laminating, sambungan kabel listrik, kemasan kupon undian berhadiah, 300 lembar rekomendasi Indofood, uang tunai Rp 5 juta, buku tabungan, beberapa ATM, dua kardus laminating film dan lainnya.
Tersangka dijerat Pasal 378 Juncto 55 Junto 56 KUHP tentang tindak pidana penipuan dengan ancaman 7 tahun penjara di Kota Solo. Empat tersangka sedang menjalani pemeriksaan untuk pengembangan. “Kami masih melakukan pengembangan yang memungkinkan ada tersangka lain, termasuk pelaku yang memasukan barang-barang undian ke swalayan atau supermarket,” kata Ahmad Luthfi.(parepos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top