Kasus Mandek di Polsek, Ancam Lapor Propam – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Kasus Mandek di Polsek, Ancam Lapor Propam

KOLAKAPOS, Makassar–Kinerja penyidik Polsek Panakkukang menuai sorotan. Sebuah laporan yang dilayangkan sejak 21 Februari 2017 lalu, hingga saat ini tak jelas tindaklanjutnya.
Adalah Syainal S Gassing yang mengadukan kasus dugaan penyimpangan dana Masjid Muhajirin Kelurahan Karuwisi, Kecamatan Panakkukang. Merasa laporannya bernomor: LP/321/II/K/2017/Restabes Mks/Sek.Pnk mandek di polsek, diapun mengancam akan mengadu ke Propam Polda Sulsel.
Dalam laporan polisinya, Syainal yang juga salah seorang ketua RW di Kelurahan Karuwisi menjelaskan kronologisnya. Berawal ketika ia mengundang terlapor berinisial Hs dalam rangka pertemuan pertanggungjawaban dana keuangan Masjid Muhajirin. Syainal dalam kapasitasnya sebagai pelindung di kepengurusan masjid, serta tim pemeriksa dana masjid. Sementara Hs adalah ketua pengurus masjid. Dia menjabat selama 10 tahun dan kini sudah diganti.
Namun, dalam pertemuan yang dilaksanakan 9 Januari 2017 pukul 20.00 Wita itu, Hs tak bisa mempertanggungjawabkan pengeluaran dana masjid yang keluar. Ditemukan ada Rp56.127.500 dana masjid yang tidak jelas peruntukannya.
”Sejak laporan masuk sampai sekarang, tidak ada kejelasan dari penyidik Polsek Panakkukang. Ada apa sampai laporan saya tidak ditindaklanjuti,” cetus Syainal, kemarin.
Merasa ada ‘sesuatu’ dalam kasus ini, diapun kembali mendatangi penyidik untuk mempertanyakannya. Syainal mendapati sinyalemen antara dirinya dan terlapor akan didamaikan.
”Kalau memang mau didamaikan, tentu ada syaratnya. Dia (Hs) harus membuat surat pernyataan bersalah dan bersedia mengembalikan seluruh dana masjid yang tidak bisa dipertanggungjawabkan itu,” tandas Syainal.
Sebagai seorang aparatur sipil negara (ASN) yang puluhan tahun menangani masalah keuangan, Syainal tahu betul tentang penggunaan anggaran. ”Jadi saya sampaikan kepada senior saya itu (maksudnya Hs), laporan keuangan harus dibuat dengan baik. Aggaran yang digunakan harus dipertanggungjawabkan,” ujarnya.
Kapolsek Panakkukang Kompol Dodik yang dikonfirmasi, kemarin mengaku tidak tahu menahu soal laporan Syainal. Alasannya, kasus tersebut ditangani polda.
”Saya tidak tahu persoalan itu, karena ditangani polda. Saya juga tidak pernah berkoordinasi soal itu,” ujarnya. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top