PMII Tuding Kepala Kemenag Sultra Intervensi NU – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

PMII Tuding Kepala Kemenag Sultra Intervensi NU

Puluhan massa PMII saat melakukan orasi di depan kantor Kemenag Sultra.FOTO:Kadamu/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Kendari–Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), menuding kepala Kemenag Sultra Ali Irfan, telah mengintervensi Nahdatul Ulama (NU), dalam pemilihan Ketua Tanfidziyah PWNU Sultra.
Dugaan itu dilakukan dengan cara mengerahkan para kepala kantor dan pegawai Kementerian Agama di kabupaten dan kota, yang masuk dalam pengurus NU masing-masing wilayah, untuk mendukung salah satu nama yang akan maju sebagai calon ketua Tanfidziah PWNU Sutra.
Ketua PMII Muhdi Nur menjelaskan, kepala Kemenag Sultra seharusnya paham konferensi wilayah NU Sultra adalah forum musyawarah tertinggi di PWNU Sultra, yang siapapun pihak luar tidak bisa mengintervensi pelaksanaannya dan dinamika yang terjadi didalamnya. “Keberadaan Ali Irfan sebagai pemimpin dari Kakanwil Kemenag Aultra, seharusnya mengayomi dan memayungi umat termasuk keagamaan, bukan mengintervensi urusan internal PWNU Sultra,” ucapnya saat demo di halaman Kanwil Kemenag Sultra, Kamis (16/3).
Selain itu, koordinator lapangan Laode Abdul Azizz Tumada mengatakan, sangat prihatin dengan permasalahan tersebut, dimana Ali Irman diduga telah menyalahgunakan kepemimpinannya, dalam hal mendukung salah satu calon ketua Tanfidziah PWNU Sutra. “Kami mendesak kepada Kakanwil Kemenag Sultra agar tidak berpihak dan tidak mendukung salah satu calon ketua Tanfidziah PWNU Sultra. Dan kami meminta kepada Menteri Agama RI agar mengevaluasi Kakanwil Kemenag Sultra, jika terbukti menyalahgunakan kewenangannya dengan mengerahkan pegawai Kementerian Agama di Kabupaten/Kota, untuk mendukung salah satu kandidat calon ketua Tanfidziah PWNU Sultra, maka sudah selayaknya Ali Irfan dicopot dari jabatannya,” teriak Abdul Azizz dalam orasinya.
Terpisah, Kepala Kemenag Sultra Ali Irfan, menangkis isu yang dituduhkan terhadap dirinya. Ia mengaku tidak pernah mendukung salah satu calon kandidat yang akan maju menjadi ketua Tanfidziah PWNU Sultra. “Saya ini pemerintah, maka dari itu tidak boleh mendukung salah satu calon ketua,” katanya.
Kakanwil Kementerian agama memiliki tugas dan fungsi sebagai pembina ormas Islam dan agama lain, dan tentunya NU menjadi bagian atau ormas dari lembaga yang dibina oleh Kakanwil Kementerian. “Saya ingin pemilihan ketua Tanfidziah berjalan dengan baik, jangan ada keributan ataupun perpecahan,” tutup Ali Irfan. (p2)

Click to comment

The Latest

To Top