Eximbank Dorong Skema Pembiayaan Syariah – KOLAKA POS

KOLAKA POS

EKOBIS

Eximbank Dorong Skema Pembiayaan Syariah

KOLAKAPOS, Jakarta–Eximbank terus menggenjot ekspor dengan cara membuka banyak pasar baru.

Langkah tersebut dilakukan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) itu sesuai keinginan pemerintah.

Karena itu, perusahaan menargetkan sumber dana mencapai senilai Rp 88,43 triliun.

Nominal itu terdiri dari pinjaman sebesar Rp 43,63 triliun dan efek-efek diterbitkan (Rp 44,8 triliun).

”Guna memperkuat struktur permodalan dan pelaksanaan NIA (penugasan khusus), ekuitas Eximbank diproyeksi mencapai Rp 21,99 triliun,” tutur Plt Direktur Pelaksana Eximbank, Susiwijono Moegiarso, di Jakarta. Dengan pembiayaan itu, manajemen bakal fokus menerapkan strategi bisnis untuk menggenjot ekspor.

Setidaknya lima strategi dipancangkan perusahaan guna mengejar ambisi tersebut.

Lima strategi itu meliputi pengembangan sektor dan komoditas ekspor unggulan, penetrasi pasar nontradisional, pemberdayaan ekspor UKM berbasis ekspor (UKME), optimalisasi NIA, dan mendorong pengembangan skema pembiayaan syariah.

”Kami optimistis strategi ini bakal berjalan sukses,” imbuhnya.

Eximbank fokus mendorong produk macam crude palm oil (CPO), tekstil dan produk tekstil (TPT), juga alas kaki.

Selain itu, produk komoditas agrikultur, konstruksi, dan pengangkutan juga bakal digenjot.

Eximbank juga melakukan perluasan pasar ekspor secara konkret, terutama untuk negara-negara Asia Selatan, Bangladesh dan Pakistan cukup prospektif.

”Timur Tengah (Timteng) dan Afrika juga tidak kalah prospektif. Itu pasar-pasar dari kacamata bank komersial tidak berani untuk membiayai, tapi kami justru malah masuk,” urainya.

Pembiayaan UKM berbasis ekspor ditarget tumbuh 41 persen.

Karena itu, perusahaan akan mengucurkan pembiayaan mencapai Rp 200 miliar dari biasanya sejumlah Rp 50 miliar.

Dengan guyuran dana itu, UKME diharap bisa bersaing dengan UKM Thailand dan negara lain.

Selanjutnya, terkait optimalisasi NIA (penugasan khusus), perusahaan akan membiayai sejumlah BUMN macam PT INKA, PTDI, PAL, dan lain-lain.

Itu karena pasar BUMN sangat luas terutama di Asia Selatan dan Afrika. Pembiayaan sektor itu dianggap perbankan non-ankable.

”Tapi, bagi kami itu sangat feasible. Dan, kami mendorong skema pembiayaan syariah,” tegas Susiwijono. (jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top