Terdakwa Politik Uang Divonis Tiga Tahun di Majene – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Terdakwa Politik Uang Divonis Tiga Tahun di Majene

SIDANG DI PENGADILAN NEGERI MAJENE

KOLAKAPOS, Majene–Pengadilan Negeri (PN) Majene, Selasa 14 Maret, kembali menggelar sidang lanjutan terhadap kasus politik uang dengan menghadirkan terdakwa Nasran alias Sahrul. Agenda sidang yakni membacakan hukuman vonis bagi terdakwa.

Ketua Majelis Hakim, Medy Rapi Batara Randa SH didampingi Hakim Anggota Moh Fausi Salam SH dan Saiful HS SH dalam pembacaan putusan memutuskan jika terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 187 huruf A ayat 1 UU No 10 tahun 2016, tentang Pilkada.
Dalam amar putusannya, Majelis Hakim menyatakan, terdakwa terbukti bersalah sehingga patut dijatuhi hukuman selama 36 bulan penjara atau 3 tahun, dengan denda Rp200 juta dengan subsider 3 bulan kurungan.
Vonis yang dijatuhkan tersebut lebih rendah 18 bulan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Majene, Akbar Baharudin SH yang menuntut terdakwa 54 bulan penjara, denda Rp300 juta subsider tiga bulan kurungan.
Menanggapi putusan mejelis hakim tersebut, JPU Akbar Baharuddin SH menyatakan, pada prinsipnya terdakwa Nasran alias Sahrul dinyatakan bersalah dalam kasus pilkada tersebut. Adapun mengenai potongan 18 bulan penjara dari tuntutan JPU, kata Akbar, putusan hakim masih dianggap profesional. Seandainya, tuntutan JPU kurang dari setengah putusan majelis hakim, besar kemungkinan pihaknya akan melakukan banding.
Sementara itu, terdakwa Nasran menilai putusan majelis hakim itu sangat berat. Sehingga akan pikir-pikir dulu untuk melakukan upaya banding. “Saya akan pikir-pikir dulu pak hakim untuk melanjutkan banding atau tidak. Yang pasti putusan yang saya terima ini sangat menyakitkan dan menyedihkan. Terlebih, saya masih memiliki anak berusia tiga tahun,”ujarnya bernada sedih.
Dia pun melanjutkan, masih mempertanyakan tuntutan JPU yang menuduhnya telah melakukan perbuatan cabul terhadap anak. Mestinya, majelis hakim mempertimbangkan mengenai hal itu, karena dianggap tidak ada kaitannya dengan kasus pilkada. Hadir dalam persidangan putusan itu, isteri terdakwa Jumaedah bersama dengan empat orang anaknya.(parepos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top