Polsek Andoolo Dinilai Lambat Tangani Kasus Penikaman – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Polsek Andoolo Dinilai Lambat Tangani Kasus Penikaman

KOLAKAPOS, Andoolo–Kepolisian Sektor (Polsek) Andoolo, (Konsel, dinilai lambat tangani kasus kriminal. Bagaimana tidak, kasus penikaman terhadap Rusdin (31) warga desa Buke, hingga kini belum ada tindakan Polsek untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku penikaman atas nama Angga (28).

Padahal kasus tersebut sudah satu bulan lamanya dilaporkan di Polsek tersebut, yakni pada 4 Februari lalu.
Salah satu pihak keluarga korban yang melaporkan kejadian tersebut Risnawati (40) mengungkapkan, pihaknya telah melaporkan kejadian tersebut namun hingga kini pelaku masih lalu lalang di wilayah Buke.
“Itu Angga masih sering pulang bale di Buke, bahkan dia dengan sengaja suka datang gas-gas motor di depan rumahnya adekku yang dia habis tikam. Keluarga sangat marah atas kelakuannya, namun karena sudah ditangani Polsek kita diamkan saja,” ungkapnya.
Kekecewaan keluarga korban memuncak lantaran korban mengalami luka parah bagian perut akibat tikaman benda tajam. Selain itu korban juga sudah tidak bisa buang air besar (BAB) layaknya manusia normal lainnya.
“Korban ini sudah tiga kali operasi. Satu kali di Kendari dan dua kali di RSUD Konsel, itupun dalam waktu dekat masih akan dioperasi lagi karena BAB-nya lewat samping perut. Biaya operasi selama ini sudah mencapai Rp20 juta lebih. Kami keluarga berharap, agar pelaku cepat ditangkap dan pihak Polsek Andoolo bekerja profesional,” imbuhnya.
Ibu yang berprofesi sebagai petani ini menambahkan, dirinya tidak yakin kalau adiknya itu akan selamat dengan luka parah yang dialaminya. Untuk itu pihaknya berharap agar pelaku segera ditangkap, sehingga pelaku bisa mempertanggung jawabkan perbuatannya.
Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Andoolo Bripka Muhamad Basri menjelaskan, pihaknya membenarkan laporan penikaman masuk di Polsek pukul 01.30 Wita pad 04 Februari lalu. Pelapor atas nama Rinta dan Rafil selaku korban pemukukan dan Rusdin korban penikaman.
“Pelaku kejadian ini yakni bernama Angga alamat desa Adayu, kecamatan Buke, Deko, Rumba, Ade dan Safri alamat desa Buke. Dari informasi di lapangan Angga masih di sekitaran Buke, sementara untuk 4 lainnya sejak kejadian sudah melarikan diri,” jelasnya.
Semua hasil visum dan keterangan saksi sudah lengkap. Pihak Polsek juga sudah lima kali turun lapangan untuk melakukan penangkapan, dengan adanya laporan warga setempat. Namun selalu saja pelaku tidak berada di tempat.
“Angga ini sudah sering bikin masalah bahkan dia juga adalah residivis, dimana dua kali melakukan kasus pemerkosaan dan kasus penganiayaan sudah tidak terhitung,” ungkapnya. (k5)

Click to comment

The Latest

To Top