Kuota Haji Sulsel Hanya Bertambah 75 Orang – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Kuota Haji Sulsel Hanya Bertambah 75 Orang

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Kementerian Agama telah menetapkan jumlah kuota haji untuk Sulawesi Selatan. Kuota yang ditetapkan ini telah mengalami penambahan dari sebelumnya.

Kabid Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan Kaswad Sartono, menyebut rinciannya. Kuota Sulsel yang sebelumnya sebanyak 7.221 jamaah, tahun ini menjadi 7.296 jamaah. Berarti ada tambahan 75 jamaah.
”Itu kebijakan pusat. Alasan pastinya (penambahan kuota hanya 75 jamaah) kami tidak tahu,” kata Kaswad Sartono, kemarin.
Dari total jumlah yang telah ditetapkan untuk Sulsel, Kaswad mengaku belum ada kuota yang ditetapkan untuk setiap kabupaten/kota. Pihaknya masih masih menunggu penetapan resmi dari gubernur Sulsel.
Jamaah yang diberangkatkan tahun ini sebagian besar adalah mereka yang telah mendaftarkan diri sejak delapan tahun lalu.
Hal yang baru dalam penetapan jamaah haji kali ini adalah adanya jamaah dari Kabupaten Toraja Utara. Selama ini jamaah dari kabupaten tersebut bergabung dengan jamaah Kabupaten Tana Toraja, karena belum ada kepala kantor Kementerian Agama di kabupaten tersebut.
“Secara wilayah administrasi dasarnya sudah ada. Di sana juga sudah ada kepala kantor Kementerian Agama. Karena itu, insya Allah tahun ini sudah ada jamaah Toraja Utara,” jelas Kaswad.
Sejauh ini persiapan pelaksanaan haji tidak ada kendala. Hanya saja ada beberapa perubahan dalam penerbitan paspor untuk jamaah.
Sekarang paspor untuk haji dan umrah baru bisa diterbitkan oleh pihak imigrasi setelah ada rekomendasi dari kepala kantor Kementerian Agama kabupaten/kota.
Kebijakan yang baru ditetapkan ini dinilai sangat bagus oleh Kaswad. Karena tujuannya untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat.
Dihubungi terpisah, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Pemprov Sulsel H Suherman, mengatakan pihaknya tinggal menunggu informasi dari Kemenag kapan akan menggelar rapat penentuan kuota haji untuk tiap kabupaten/kota.
Dia melanjutkan, seperti pengalaman-pengalaman tahun sebelumnya, penentuan kuota itu disesuaikan dengan aturan dan rumusan yang ada.
“Kalau tidak salah dihitung berdasarkan jumlah penduduk dan luasan wilayah suatu daerah,” kata Suherman.
Rapat penentuan kuota itu dihadiri seluruh pemangku kepentingan soal haji. Hasilnya nanti akan diteruskan ke gubernur.
“Jadi kami tinggal menunggu informasi dari Kementerian Agama kapan rapatnya akan digelar,” ujarnya.
Sementara itu, jamaah calon haji asal Sulsel yang jadi korban penipuan saat diberangkatkan via Filipina, menemui Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang, Selasa (14/3). Kedatangan mereka untuk menanyakan kepastian pemberangkatan.
Sebanyak delapan calon jamaah haji yang berasal dari Kabupaten Barru itu menagih janji Pemerintah Provinsi Sulsel untuk memberangkatkan mereka tahun ini. Sebab saat diterima di Bandara Sultan Hasanuddin sepulang dari Filipina beberapa waktu lalu, mereka dijanjikan bisa berangkat oleh Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo.
Hujriah Hairu, salah satu korban mengatakan, kedatangan mereka untuk mempertanyakan apakah ada kuota yang dipersiapkan untuk mereka agar bisa diberkangkatkan haji pada tahun ini.
“Kami meminta agar kasus kami bisa segera ditangani kepolisian, dan dapat bisa menindak tegas pelaku penipuan terhadap kami. Selain itu, kami juga bisa diberi kuota berangkat tahun ini. Tapi sepertinya itu tidak mudah,” seru Hujriah.
Saat ini mereka masih menunggu dan menuntut ganti rugi dari PT Hasita milik H Makmur. Tapi H Makmur yang sudah divonis bersalah memilih dipidana penjara selama tiga tahun.
“Sekarang H Makmur sudah jalani vonis dua tahun. Jadi sisa setahun lagi. Sama diminta ganti rugi Rp500 juta. Kalau dia tidak bisa bayar ditambah kurungan tiga bulan. Dia memilih dipenjara daripada membayar ganti rugi uang kita,” keluh Hujriah.
Jika dihitung-hitung, kerugian yang dialami jamaah calon haji sebanyak 18 orang asal Barru itu bisa mencapai Rp150-an juta. Belum termasuk dari kabupaten lain.
Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Nu’mang dalam penjeleasannya, menyebutkan bahwa saat ini daftar tunggu jamaah haji Sulsel sebanyak 183 ribu orang. Itulah yang akan diprioritaskan sesuai dengan umur paling tua dan yang belum naik haji.
“Untuk korban jamaah calon haji via Filipina, kami akan berupaya membantu agar pihak travel bisa memberi ganti rugi sesuai aturan penegak hukum,” kata Agus.
Agus menekankan, mereka yang kemarin memilih berangkat via Filipina itu kurang sabar. Padahal mereka menyetor dana sama besarnya dengan ONH Plus. Jika mereka sabar, harusnya tahun ini bisa berangkat, karena mereka membayarnya sejak 2013.
“Untuk membantu calon jamaah haji agar tidak tertipu lagi dan selalu berhati-hati, Kementerian Agama sudah menyampaikan pengumuman agar tidak terpikat travel-travel bodong dan bermasalah,” pungkas Agus. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top