Dinas PKP Janji Asuransikan Padi Petani – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Dinas PKP Janji Asuransikan Padi Petani

Net/Ilustrasi Petani

KOLAKAPOS, Parepare–Kerugian petani akibat banjir yang merendam puluhan hektar sawah petani di tiga kelurahan beberapa waktu lalu, mengakibatkan kerugian hingga miliaran rupiah.

Melihat kerugian yang dialami petani ini, pihak Dinas Pertanian Kelautan dan Perikanan (PKP) Kota Parepare janji asuransikan padi petani, bekerja sama dengan Jasindo.
Plt Kepala Dinas PKP Parepare Hj Rostina mengatakan, kerugian yang dialami petani dampak dari musibah banjir beberapa waktu lalu itu, sudah didata untuk dilaporkan ke pemerintah provinsi.
Dia menjelaskan, lokasi yang terkena banjir tersebut sudah dilakukan penghitungan luas bersama pihak asuransi. “Ya, kita akan asuransikan kerugian petani yang terkena musibah banjir,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 13 Maret.
Selain itu pihaknya juga telah berkoordinasi dengan pihak Bulog agar tetap membeli hasil panen petani sesuai dengan ketetapan harga gabah oleh pemerintah. “Sesuai dengan hasil koordinasi tersebut pihak Bulog menyatakan kesiapannya untuk membeli gabah petani,” katanya.
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan wilayah Bacukiki Andi Ibrahim menambah sesuai dengan hasil laporan dan peninjauan di lokasi ada sekitar 58 hektar sawah yang padinya rebah akibat banjir.
Menurutnya, padi yang rebah tersebut tidak berarti tidak bisa dipanen, namun hasil panennya yang kurang sampai 50 persen.
Dia menyebutkan, pada saat kejadian ada sekitar 100 hektar sawah yang terendam banjir. “Memang pada hari kejadian ada kurang lebih 100 hektar sawah yang terendam air sehari hingga dua hari. Tapi yang parah atau mengalami rebah itu hanya sekitar 58 hektar,” ujanrya.
Dia mengurai untuk wilayah Kelurahan Lemoe seluas 33 hektar padi rebah, yakni sawah Lompoe seluas 30 hektar dan sawah Lamerri 3 hektar. Di wilayah Kelurahan Watang Bacukiki seluas 15 Hektar, yakni sawah Labarang 7 hektar, Lontangnge 4 hektar, Abbanuannge 2 hektar dan Mangimpuru 2 hektar.
Sedangkan untuk wilayah Kelurahan Lumpue seluas 10 Hektar semuanya di area persawahan sebelah selatan terminal Induk Parepare. Musibah banjir tersebut bisa saja terjadi setiap tahunnya dan terus merusak baik sawah maupun tanaman petani.
Dia mengatakan bahwa kendala sekarang yang ada di lapangan itu karena adanya pohon besar di hulu bendungan utama Sungai Lompoe yang dikhawatirkan jika tidak dibenahi secepatnya itu bisa saja membuat aliran air sungai tidak lagi masuk ke bendungan. Sehingga aliran air sungai masuk ke area sawah dan merusak sawah petani.
“Sekiranya sepanjang aliran air Sungai Lompoe ini harus ditalud ataukah diberikan penahan, beronjong,” jelasnya.
Ibrahim menghitung jarak aliran air Sungai Lompoe dari hulu bendungan ke ujung area persawahan itu sekitar satu kilometer. Namun ada sekitar 500 meter sawah petani yang sudah rusak akibat aliran air sungai, itu harus dibenahi.
Dia berharap agar SKPD terkait bisa duduk bersama agar masalah ini bisa teratasi setidaknya mengurangi dampak kerugian yang timbul setiap terjadi musibah.(parepos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top