76 Juta KWH Listrik Dicuri, Kerugian Rp67 M – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

76 Juta KWH Listrik Dicuri, Kerugian Rp67 M

KOLAKAPOS, Makassar–PT PLN Persero Wilayah Sulselrabar menemukan penyalahgunaan listrik di Sulawesi Selatan yang tidak sedikit. Data yang dikantongi PLN, sebanyak 76 juta KWH energi listrik yang dicuri, baik oleh rumah tangga maupun perusahaan.

Hal itu diungkapkan General Manager PLN Sulseltrabar Bob Saril usai bertemu Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, di kantor Gubernur, Selasa (14/3). Padahal, kata dia, pemakaian listrik secara tidak sah sangat berbahaya.
“Jadi kita imbau masyarakat untuk tidak menyalahgunakan pemakaian listrik. Karena sangat membahayakan dan merugikan masyarakat. Sebab bisa terjadi overload pamakaian sehingga travo listrik meledak,” jelas Bob.
Ia melanjutkan, jika dirupiahkan, kerugian negara akibat pencurian listrik di Sulsel sekitar Rp67 miliar. Yang melakukan praktik ilegal ini didominasi rumah tangga. Sisanya oleh perusahaan.
Hanya saja, Bob tak tahu persis data perusahaan yang terindikasi menggunakan listrik secara tidak sah. Namun, yang terbanyak berada di Kota Makassar.
Ia juga menekankan agar masyarakat tetap mendukung pembayaran listrik tepat waktu. Karena, untuk mengoperasikan listrik butuh biaya. Termasuk pembayaran ke vendor dan pembelian batubara.
“Kalau telat membayarnya akan menyulitkan kita membayar ke pihak vendor. Untuk membangkitkan PLTU itu kan butuh batubara. Kita harus beli batubaranya. Kemudian kapalnya yang mengangkut harus dibayar,” terangnya.
Terkait rawannya pemadaman, Bob menjamin tak ada lagi. Menurutnya, saat ini kondisi listrik di Sulsel semakin bagus. Apalagi dengan adanya rencana penambahan pembangkit listrik di Takalar.
“Tidak ada kerawanan pemadaman, karena tidak ada lagi kekurangan energi. Jadi harapan kita semakin baik. Untuk tahun depan, sebenarnya kita menambah juga. PLN lagi membangun membangkit 2×100 MW di Takalar. 2×100 akan masuk di awal tahun 2018,” terangnya.
Dia kemudian menggarisbawahi, bahwa PLN siap untuk mendorong percepatan ekonomi yang ada di Sulsel dan Sulut. Terutama yang didorong adalah menyiapkan berapapun daya yang dibutuhkan konsumen untuk meningkatkan kapasitas industrinya.
”Kita sudah antisipasi semua. Salah satunya menambah kapasitas pembangkit yang cepat itu diesel sebanyak 67 MW pada sistem kita. Kemudian yang kedua, harapan kita pada bulan November nanti sudah commercial opperation date (COD),” katanya.
Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menyambut baik apa yang dilakukan GM PLN Sulselrabar yang baru, sehingga bisa bersinergi dengan pemerintah. “Kami sih berharap ada penambahan 400 MW ke depannya, agar tetap ada cadangan listrik. Karena listrik merupakan hal yang sangat substansi bagi kehidupan,” kata Syahrul.
Pada 2017-2018, gubernur Sulsel dua periode ini menekankan, ada rencana penambahan daya dengan melakukan ekspan power dari power plan yang ada. Terutama milik Bosowa yang ada di Jeneponto. Diharapkan akan ada tambahan 100 sampai 200 MW.
“Saya berharap memang listrik kita lebih unggul dari provinsi lain. Ini menjadi daya tarik investor untuk masuk kemari, karena listrik kita lebih terjamin,” pungkas Syahrul.
Terkait praktik pencurian listrik yang disampaikan GM PLN Sulselrabar, anggota Komisi D DPRD Sulsel Selle KS Dalle menyampaikan responsnya. Menurut dia, jika data yang disampaikan itu benar, ada sesuatu yang tidak masuk akal.
Selle beralasan, tindakan pencurian dengan jumlah besar serta kerugian tidak sedikit, baru disadari. ”Itu menandakan manajemen PLN sangat rendah,” cetusnya, kemarin.
Legislator Partai Demokrat Sulsel ini menilai, jika pencurian listrik tetap terjadi selama beberapa waktu, itu merupakan hal yang tak bisa diterima.
Sekretaris Komisi D DPRD Sulsel Ariady Arsal juga melontarkan kekecewaannya atas kasus pencurian listrik di Sulsel . “Kami sangat kecewa dengan kondisi ini bila-betul terjadi. Apalagi dalam jumlah yang cukup besar. Kami akan melakukan evaluasi mendalam atas kasus ini,” ujar legislator PKS Sulsel ini. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top