Tarif Air Dikeluhkan, Komisi III Hearing PAM TM – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Tarif Air Dikeluhkan, Komisi III Hearing PAM TM

KOLAKAPOS, Palopo–Ada perubahan tarif air membuat masyarakat yang menjadi pelanggan PAM Tirta Mangkaluku (TM) mengeluh ke Komisi III DPRD Kota Palopo.

Keluhan itu lalu ditindaklanjuti oleh Ketua Komisi III. Pihak PAM TM Kota Palopo dihearing. Pertemuan antara Ketua dan anggota Komisi III dengan Direktur dan pejabat PAM TM berlangsung di ruang Komisi III DPRD Kota Palopo, Senin 13 Maret 2017 siang.

Hadir dalam pertemuan itu, Ketua Komisi III, Budiman didampingi anggota Komisi III, Alfri Jamil, Abd Rauf Rahim, Budi Raniratu, dan Marigallang. Hadir juga Direktur PAM TM Kota Palopo, H Yasir.

Usai tatap muka, Ketua Komisi III, Budiman, kepada wartawan, mengatakan, pertemuan dengan pihak PAM TM dilakukan karena adanya informasi dari masyarakat yang mengeluhkan perubahan pembayaran PAM TM di bulan ini.

“Dengan dasar itu, kami tindaklanjuti dengan mengundang mitra kita PAM TM. Kita sampaikan apa yang menjadi keluhan masyarakat. Dan, Direktur PAM TM sudah melakukan klarifikasi bahwa tidak ada kenaikan tarif,” kata Budiman.
Dia menyebut, yang ada adalah perpindahan biaya dasar atau perubahan biaya dasar dari 15 kubik menjadi 10 kubik sesuai amanah Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 70 dan 71 Tahun 2016.

Masyarakat yang selama ini menggunakan 10 kubik kebawah yang paling merasakan. Kalau pelanggan yang 15 kubik ke atas tidak begitu merasakan dampaknya.

“Tinggal kita sosialisasikan kepada masyarakat. Ketika ini terjadi, pendapatan dari PAM Tirta Mangkaluku Kota Palopo itu sedikit stagnan atau tidak ada perubahan,” jelasnya.

PAM TM Kota Palopo telah melakukan perubahan blok pemakaian yang berdasarkan Permendagri. Blok pemakaian yang ada sebelumnya dianggap tidak sesuai dengan Permendagri sehingga perlu adanya perubahan struktur tarif. Maka diterapkanlah blok pemakaian batas minimal 0-10 kubik yang dulunya 0-15 kubik.

Sementara itu Direktur PAM Tirta Mangkaluku Kota Palopo, H Yasir melalui Assisten Manager Humas, Wiwien S Toni, menguraikan Perubahan Blok Pemakaian ini adalah amanah dari Permendagri no 71 Tahun 2016 dan ditindak lanjuti dengan Keputusan Walikota nomor 372/XII/2016 tahun 2016.
“Dengan perubahan Blok ini diharapkan adanya perubahan perilaku konsumsi air oleh pelanggan yang lebih hemat sementara untuk PAM TM sendiri dengan adanya perubahan ini tidak terlalu berdampak terhadap peningkatan pendapatan bahkan stagnan sebagaimana yang dijelaskan oleh Ketua Komisi III Budiman,” jelasnya.

Lanjut dia, adapun mengenai sosialisasi, PAM TM telah melakukan sebelum diberlakukannya Blok Pemakaian terbaru. Baik sosialisasi langsung maupun melalui media cetak.

“Kita juga memberikan selebaran perubahan Blok ke masing-masing pelanggan yang melakukan pembayaran tagihan rekening air ke loket-loket resmi PAM TM,” sebutnya.

Ditegaskannya kembali, “Sekali lagi kami tegaskan bahwa ini bukan kenaikan tarif tetapi perubahan blok,” tutupnya.(palopopos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top