Pilwalkot Berpotensi Diikuti 9 Paslon – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Pilwalkot Berpotensi Diikuti 9 Paslon

KOLAKAPOS, Palopo–Pilwalkot Palopo baru akan dilaksanakan Juni 2018. Namun, bukan berarti kontestasi politik belum dimulai. Aroma persaingan sudah mulai terasa. Puluhan bakal calon ‘perang’ baliho dan jargon. Melihat ini, masyarakat menilai memang sudah momennya. Tapi, sekretaris KPU prediksi tak semua nanti ikut. Palingan lima usungan parpol, empat dari independen. Jadi, Pilwalkot berpotensi diikuti sembilan paslon.

Sekretaris KPU Palopo, Mansyur mengatakan, kalau ini terjadi, maka pilwalkot Palopo 2018 tak jauh beda dengan pilwalkot Palopo 2013 yang akhirnya dimenangkan Judas Amir-Akhmad Syarifuddin. ”Tidak jauh dari situ. Anggaran yang disiapkan KPU memang sudah mengantisipasi kalau pilwalkot Palopo diikuti 9 pasangan calon,” tandas Mansyur, dalam perbincangan santainya dengan Palopo Pos di Enzyme Cafe, Senin 13 Maret 2017, kemarin.

Mansyur menegaskan, usulan anggaran KPU memang sudah mengantisipasi kemungkinan sembilan pasangan calon. ”Kalau dalam praktiknya pilwalkot Palopo hanya diikuti kurang dari itu, maka tentu anggarannya akan dikembalikan. Karena anggaran KPU di era keterbukaan sekarang ini berbasis kinerja,” terangnya tanpa merinci lebih jauh anggaran pilwalkot Palopo.

Pada pilwalkot 2013-2018, sembilan calon wali kota dan wakil wali kota Palopo ikut bertarung. Pilwalkot ini digelar tanggal 22 Januari 2013.

Dari sembilan calon yang lolos, lima di antaranya dari jalur parpol dan empat orang dari jalur independen yang telah memenuhi persyaratan karena para kandidat berhasil mengumpulkan sebanyak 11.644 bukti dukungan.

Sembilan calon wali kota Palopo jalur partai, yakni, Rahmat Masri Bandaso–Irwan Hamid, HM Jaya–Alimuddin Nur, Haidir Basir–Thamrin Jufri. Kemudian Judas Amir–Achmad Syarifuddin, Lanteng Bustami–M. Yunus. Dari jalur perseorangan, yakni, A. Akrab Rifai Bassaleng–Pither Singkali, Najamuddin–Abdul Waris Karim, Bustam Titing–Musafir Turu, dan A. Syaifuddin Kaddiraja–dr. Herman Jaya.

Mansyur mengatakan, dengan melihat komposisi kursi partai politik di DPRD, calon dari partai politik bisa lima pasangan calon. Kemudian empat dari jalur independen. Bisa juga kebalikannya.
Saat ini, sudah banyak bakal calon yang mencuat ke permukaan. Mereka mewarnai bursa pilwalkot Palopo. Nama mereka mulai mewacana sejak 2016, lalu.

Nama yang kencang disebut mau maju 01, yakni, Budi Sada, Haidir Basir, Akhmad Syarifuddin, Judas Amir, Khaerul Saad, Basiruddin, Salahuddin Abadi, Alfri Jamil, Dahri Suli, Mustahir Sidu, Edison Linnong, Syawaluddin Arief. Ini juga dapat dilihat dari baliho yang mulai terpasang di beberapa sudut dalam kota. Baliho mereka mulai menghiasi sudut jalan dalam kota.

Kemudian ada juga balon yang hanya sosialisasi untuk maju 02. Misalnya, Karno, Zirmayanto, Asdar Thosibo, Hatta Toparakkasi, Thamrin Jufri, HM Jaya, Umar Laila, Samil Ilyas, dll.
Budi Sada, balon wali kota Palopo jauh hari sudah kencang sosialisasi. Ia mulai mengunjungi dan silaturahmi masyarakat.

Dari kecamatan ke kecamatan. Dari kelurahan ke kelurahan. ”Karena kalau kita tidak turun ke bawah, mustahil kita dapat suara. Ini yang saya pegang dalam berjuang menuju jadi calon,” tandas Budi Sada, dalam perbincangannya dengan Palopo Pos, belum lama ini.

Balon lain yang menyatakan siap maju dan bertarung di pilwalkot Palopo adalah Syawaluddin Arif. Malah, ia sudah melakukan branding terhadap sejumlah kendaraan. ”Insya Allah, kita maju di pilwalkot Palopo,” ujarnya.
Hal senada juga dikemukakan Salahuddin Abadi, balon wali kota Palopo. Ia sudah sowan ke keluarga besarnya dan meminta dukungan. (palopopos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top