Pasien Prostat Keluhkan Pelayanan RSUD – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Pasien Prostat Keluhkan Pelayanan RSUD

Komisi I: Pelayanan Sudah Ada, Hanya Salah Paham

KOLAKAPOS, Palopo–Tani, 71 tahun warga Kelurahan Buntu Batu, Kecamatan Wara Utara mengeluhkan pelayanan di rumah sakit. Pensiunan PU ini mengaku tidak mendapatkan informasi terkait penyakit dan obatnya.

Anaknya Adi, sempat menanyakan keluhan itu kepada perawat, hanya saja, dia mendapat perlakukan yang tak menyenangkan. Unek-uneknya itu kemudian disampaikan kepada Ketua dan Anggota Komisi I DPRD Kota Palopo.

Keluhan dari pasien prostat ini langsung ditindaklanjuti oleh Komisi I. Ketua Komisi I, Megawati bersama Anggota Komisi I, Asli Kaspen, Idaria, Bakri Tahir dan Abdul Jawad Nurdin mengunjungi pasien ini di ruang Anggrek A.1.2.

Di depan anggota dewan, Tani menyampaikan sakit yang dialaminya serta bagaimana pelayanan yang diberikan oleh pihak rumah sakit. Menurut Tani, dia tidak merasa ada pelayanan. Dan pihak rumah sakit juga tidak menyampaikan apa penyakit dan obatnya.

Bahkan, Adi, anak dari Pak Tani mengeluhkan pelayanan dari staf perawat rumah sakit. Dia merasa tersinggung karena usai bertanya, perawat malah tertawa.
Terkait hal itu, dokter Hendra yang menjadi dokter pasien ini memberikan penjelasan kepada keluarga pasien dan anggota dewan. Dokter ini menjelaskan bahwa pelayanan dan tindakan medis sudah diberikan sesuai prosedur. Hanya saja, untuk tindakan operasi, tidak dilakukan. Karena menurutnya, tidak semua penyakit prostat harus di operasi. Ada yang bisa ditangani dengan pemberian obat.

Direktur RSUD Sawerigading Palopo, Nazaruddin Nawi usai pertemuan, menjelaskan, ada miskomunikasi antara keluarga pasien. Yang jaga malam dan siang berbeda. Dokter sudah memberikan penjelasan kepada penjaga pasien yang jaga siang hari, hanya saja, keluarga pasien yang jaga siang hari tidak menyampaikannya kepada keluarga pasien yang jaga malam hari. Inilah awal miskomunikasi.

“Penjelasan dari dokter Hendra sudah jelas. Tidak semua pasien bisa dilakukan operasi. Itu ada prosedurnya. Ini hanya masalah komunikasi,” sebutnya.

Kendati demikian, dr Nazar berjanji akan terus memantau kondisi pasien. “Pasien ini akan diutamakan penangannya. Saya sendiri dan dr Hendra akan memantaunya,” sebutnya.
Soal staf perawatnya yang berlaku tidak sopan, dr Nasar juga berjanji akan memanggil mereka. Dan menyerahkannya ke Komite Perawat.

Jika ditemukan ada pelanggaran, maka akan diberikan sanksi. Hal yang sama juga disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD Palopo, Megawati. Menurut Legislator PKS ini, ada miskomunikasi. Baik antara keluarga pasien. Maupun dokter dengan pasien. Sebenarnya, pihak rumah sakit sudah memberikan pelayanan dan tindakan medis kepada pasien.

Hanya saja, dokter tidak menyampaikannya langsung kepada pasien. Dokter hanya menyampaikan kepada keluarga pasien yang jaga disiang hari. Ironisnya, keluarga pasien yang jaga disiang hari, tidak menjelaskan apa yang disampaikan oleh dokter kepada keluarganya yang jaga di malam hari.

“Ini hanya masalah miskomunikasi. Dokter sudah melakukan pelayanan sesuai prosedur. Karena yang jaga malam dengan yang siang berbeda, sehingga tidak saling komunikasi. Di lain pihak, pasien juga ingin diberikan informasi soal penyakit dan bagaimana penanganan dari dokter,” jelasnya.

Megawati juga menyayangkan pelayanan dari staf perawat. “Pihak rumah sakit akan menindaklanjuti dengan komite perawat soal etika dari staf perawat ini. Mungkin mereka harus bersikap lebih ramah,” tandasnya.
Sebelumnya, beberapa keluarga pasien juga sempat mengeluhkan pelayanan dari rumah sakit. Ada yang tidak dilakukan operasi setelah 12 jam mengalami luka terbuka akibat diparangi dibagian leher. Dan ada juga yang mengeluh tidak mendapat pelayanan dari dokter padahal hari hampir siang.

Menurut dr Nazar, pihak rumah sakit sudah memberikan tindakan medis. Tetapi itu tadi, mungkin ada miskomunikasi. Makanya itu, kedepannya, keluarga pasien yang mengeluh diarahkan untuk melakukan koordinasi dengan pihak rumah sakit yang ditunjuk. (palopopos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top