Empat Pengembang Abaikan Pansus Dewan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Empat Pengembang Abaikan Pansus Dewan

KOLAKAPOS, Makassar–Empat pengembang mengabaikan permintaan dewan. Berkali-kali Panitia Khusus Fasilitas Umum dan Fasilitas Sosial (Pansus Fasum-Fasos) meminta dokumen yang dibutuhkan, namun hingga saat ini tak jua digubris. Keempatnya adalah PT Asindo, PT GMTD, Villa Surya Mas dan Mutiara Mas.
Menyusul sikap pengembang seperti itu, pansus pun memanggil mereka. Keempat pengembang akan ‘diadili’ Senin (13/3). Pansus akan melakukan verifikasi ulang terhadap seluruh siteplan pengembang yang belum menyerahkan fasum fasos.
Ketua Pansus Fasum-Fasos DPRD Makassar Wahab Tahir, mengatakan verifikasi ini dilakukan agar tidak ada lagi perbedaan pandangan antara apa yang dikemukakan pihak pengembang dengan Pemerintah Kota Makassar. Sebab, sejauh ini apa yang disampaikan keduanya selalu bertolak belakang.
Legislator Fraksi Golkar ini menyebut, seluruh gambar siteplan yang dikeluarkan oleh Pemkot Makassar masih terdapat arsipnya hingga saat ini. Jika semuanya dibuka secara bersama-sama di lokasi yang bersangkutan, maka akan terjawab seluruh perdebatan selama ini.
“Dalam hearing yang dilakukan selama ini belum ada titik temu. Pengembang punya penjelasan sendiri. Begitu pula dengan Pemkot Makassar. Karena itu, kita akan menyelesaikannya dengan turun ke lapangan,” tandas Wahab, kemarin.
Langkah ini juga dilakukan untuk memastikan status beberapa fasum fasos, yang oleh pengembang diklaim telah diserahkan ke pemkot. Namun kenyataannya di lapangan, fasum fasos tersebut berada dalam penguasaan pihak lain. Seperti taman segitiga di Jalan Toddopuli Raya milik Villa Surta Mas. Lokasi tersebut telah dikuasai oknum pengusaha.
Lokasi tersebut telah menjadi kawasan bisnis dengan jejeran bangunan rumah toko (ruko). Sementara pengakuan pengembang, lahan segitiga itu tidak pernah perjualbelikan kepada pihak manapun.
”Kalau memang tidak pernah ada transaksi, kita upayakan agar pengembang melaporkannya sebagai penyerobotan. Langkah itu sebagai bentuk perlawanan kepada pihak yang mengaku-ngaku memiliki hak,” ucapnya.
Legislator dua periode itu menambahkan, selain taman segitiga, Villa Mutiara Mas dianggap masih memiliki kewajiban menyerahkan fasum-fasos sekitar 2 hektare sesuai dengan siteplan yang ada. Jika tidak dilaksanakan, konsekwensinya akan diserahkan ke aparat penegak hukum untuk ditindaklanjuti.
Anggota Pansus Fasum Fasos DPRD Makassar Mustagbir Sabri, menduga fasum taman segitiga yang diklaim oleh pengembang Villa Mutiara Mas merupakan tanah milik orang lain. Karena itu pemkot tidak dapat menguasai seutuhnya.
“Orang yang membangun di dalam fasum itu pasti memiliki alas hak yang kuat. Kami curiga pengembang hanya sebatas mengklaim, tapi tidak punya bukti kuat. Pengembang hanya memiliki bukti di notaris tanpa ada alas hukum yang jelas,” ujarnya.
Dikonfirmasi terpisah, Idham Khalid selaku perwakilan Villa Mutiara Mas menyatakan kesediannya jika pansus bersama Pemkot Makassar akan melakukan pemeriksaan dengan membandingkan siteplan milik perusahaan dengan arsip pemkot.
“Silakan langsung ke lapangan. Kami akan tunjukkan lahan yang menjadi fasum-fasos, karena kami merasa tidak melanggar. Kami tidak takut, karena kami merasa tidak pernah menjual sedikit pun lahan fasum,” tandasnya. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top