Dugaan Ijazah Palsu Warnai Pilkades di Konut – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Dugaan Ijazah Palsu Warnai Pilkades di Konut

Aras Moita bersama Ashar Ketua BPD Desa Tanjung Laimeo saat menyerahkan bukti temuan pelanggaran calon nomor urut dua Abidin, kepada Ketua Tim Penanganan Kasus Internal DPMD Konut, Cakunda Pagala.FOTO:Andi Jumawi/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Wanggudu–Pasca pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di Konawe Utara (Konut), sebanyak delapan desa menyisakan permasalahan dan dalam tahap proses penyelesaian di Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Konut.

“Sebanyak delapan desa untuk saat ini yang telah kami terima laporannya dalam hal pelanggaran Pilkades serentak yang dilaksanakan tanggal 28 Februari 2017 lalu. Kami menerima aduan masyarakat termasuk laporan dari calon yang merasa keberatan dengan adanya temuan mereka, terkait pelanggaran calon yang mereka maksudkan,” jelas ketua tim penanganan internal yang dibentuk DPMD Konut, Cakunda Pagala, saat menerima warga dari desa Tanjung Laimeo yang datang melaporkan temuan mereka terkait dugaan ijazah palsu yang digunakan calon Kades nomor urut dua (Abidin), Senin (13/3).
Adapun kedelapan desa yang diduga bermasalah yakni pertama desa Morombo Pantai, kecamatan Langgikima, dengan kasus penggunaan ijazah palsu, kedua desa Tobimeita, kecamatan Langgikima, kasus adanya dua orang wajib pilih yang terdaftar di dua tempat berbeda, ketiga desa Todoloiyo, kecamatan Oheo, kasus dugaan money politic, keempat desa Todoloiyo Trans, kecamatan Oheo, kelima desa Wawolimbue, kecamatan Asera, adanya indikasi money politic, keenam desa Lamondowo, kecamatan Andowia, kasus dugaan money politic, ketujuh desa Mandiodo, kecamatan Molawe, kasus DPT yang memiliki KTP ganda, delapan desa Tanjung Laimeo, kecamatan Sawa, kasus ijazah palsu serta pemberhentian sepihak oleh panitia kepada calon nomor urut tiga dan pelanggaran keberpihakan panitia sembilan bahkan ikut bagi-bagi uang.
Calon kepala desa Tanjung Laimeo nomor urut tiga, Aras Moita, meminta kepada DPMD Konut untuk segera menindak tegas permasalah tersebut, karena menurutnya mereka memiliki bukti kuat karena berdasarkan temuan yang mereka pegang, berupa stambuk sewaktu Kades terpilih (Abidin) dikeluarkan di SD Sawa pada 31 Desember 1980, karena lama alpa atau tidak masuk sekolah tanpa keterangan. (k7)

Click to comment

The Latest

To Top