Oknum Jaksa Diduga Peras Terdakwa – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Oknum Jaksa Diduga Peras Terdakwa

KOLAKAPOS, Riau–Informasi mengenai dugaan pemerasan yang dilakukan oleh oknum jaksa di Kepulauan Meranti rupanya sudah sampai ke telinga Kajati Riau Uung Abdul Syakur. Untuk itu, pihak Kejati saat ini telah membentuk tim pengusut terhadap informasi yang didapatkan dari terdakwa kasus dugaan korupsi Yayasan Meranti Bangkit Yohannes Umar.

Asipenkum Kejati Riau Muspidauan mengatakan, Kajati berjanji akan melakukan pengusutan secara tuntas atas permasalahan tersebut. ‘’Ya betul, bapak (Kajati) sudah tahu. Tapi kami belum mendapat laporan secara resmi,’’ ujarnya kepada Riau Pos, Jumat (10/3).

Sementara itu, Kuasa Hukum Terdakwa Yohanes Umar, Roni Sihotang SH saat dikonfirmasi terpisah membenarkan adanya upaya pemerasan oleh oknum Jaksa di Kepulauan Meranti. Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya belum melaporkan perkara tersebut secara resmi.

‘’Benar. Jumlahnya Rp10 juta,’’ ujar Roni. Ia menceritakan kejadian tersebut berawal pada saat kliennya diberi sebuah nomor seluler oleh oknum jaksa agar segera dihubungi. Setelah diberikan, nomor tersebut kemudian ditelepon oleh Yohanes. Di sanalah permintaan sejumlah tersebut diduga terjadi.

Ditanya kapan pihaknya akan melaporkan permasalahan tersebut kepada pengawasan Kejati Riau, Roni menuturkan akan segera melaporkan pada pekan depan. Selain itu pihaknya juga akan melaporkan prilaku JPU yang dinilai melenceng selama pemeriksaan kliennya.
yang dilakukan oleh Kajari Meranti Suwarjana SH terhadap terdakwa korupsi Pembentukan Universitas Kepulauan Meranti (UKM), Yohanes Umar dalam sidang di Pengadilan Tipikor, Pekanbaru, mendapat respon dari Anggota Komisi A DPRD Riau, Sugianto.

Politisi PKB itu kemudian meminta kepada Kajati Riau Uung Abdul Syakur untuk merespon dugaan tersebut. ‘’Supaya intitusi kejaksaan tidak tercoreng, kajati harus segera merespon. Ini pelanggaran serius. Bagaimana mungkin praktik korupsi bisa diberantas jika ada oknum di dalam kejaksaan yang melakukan tindakan tidak terpuji tersebut,’’ ujar Sugianto.

Masih menurut Sugianto, ada tidaknya laporan langsung dari terdakwa Yohanes Umar, Kejati Riau harus segera meresponnya. Sebab dugaan ini disampaikan di dalam persidangan dan sudah menjadi konsumsi publik. ‘’Harusnya begitu. Ada atau tidak, atau mungkin belum melapor ya, ini harus ditanggapi kajati. Soalnya isu ini sudah jadi konsumsi publik.

Kalau perlu Yohanes itu dipanggil saja, toh statusnya masih tahanan titipan kejaksaan. Mintai dia keterangan, sekaligus buat laporan. Karena kalau ini benar terjadi, preseden buruk bagi penegakan hukum kita,’’ ujar Sugianto.

Sebagaimana diketahui dalam sidang dengan penyampaian nota pembelaan, terdakwa Yohanes membeberkan bahwa ia dimintai sejumlah uang oleh Kajari Meranti melalui Kasipidsus Kejari Meranti. Yohanes diming-imingi imbalan. Ia tidak akan dijadikan tersangka dalam kasus tersebut. Namun nyatanya ia tetap dijebloskan ke sel tahanan Rutan Sialang Bungkuk Pekanbaru.(riaupos)

Click to comment

The Latest

To Top