Menjarah Toko Bersama Pacar, Dirancang Cukup Matang – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Menjarah Toko Bersama Pacar, Dirancang Cukup Matang

KOLAKAPOS, Tasikmalaya–Pria inisial TL, 22, telah ditetapkan sebagai tersangka kasus pencurian di minimarket Tasco, Cipedes, Kota Tasikmalaya, Jabar.

Dalam aksinya, TL (22) mengajak pacarnya, DI (21), untuk menjarah toko modern, tempat mereka bekerja.

Tak hanya itu, keduanya berbagi tugas, ada yang menggandakan kunci sekaligus mencari dukungan dua temannya.

Kapolsek Indihiang Kompol Tri Sumarsono melalui Kanit Reskrim Ipda Nandang menjelaskan sepak terjang komplotan TL.

Pencurian di tempat mereka bekerja itu, kata Tri, mereka rancang cukup matang.

Untuk mengelabui majikannya, para pegawai Tasco itu melakukan manipulasi data barang yang masuk, agar majikannya tidak menyadari ada barang yang hilang.

“Misalkan barang masuk sepuluh, dia kurangi jadi delapan dan sisanya dia curi,” ujarnya kemarin (9/3).

Maka dari itu, kata Nandang, majikannya tidak menemukan adanya kejanggalan, padahal ada barang yang hilang.

Terlebih, jumlah barang di toko selalu sesuai dengan terdata di komputer.

“Pencuriannya memang sangat terencana, tapi tetap saja kejahatan tidak bisa selamanya ditutupi,” tuturnya.

Lalu siapa yang merancang pencurian sejak Oktober 2016 hingga pekan lalu itu?

Pengakuan mereka kepada polisi, TL sebagai inisiator atau otak pelakunya.

Dia dibantu DI (21), kekasihnya, yang juga karyawan minimarket tersebut. DI berperan menduplikat kunci.

DI pun saat melaksanakan aksinya mempengaruhi dua rekannya, MR (24) dan RG (20) untuk ikut turut serta.

“Awalnya dari TL yang mengajak DI karena dia pacarnya, baru ngajak yang lainnya supaya ada yang memantau situasi,” terangnya.

Terkait barang-barang hasil curiannya, sebagian dijual kepada kenalan-kenalannya dan sebagaiannya lagi digunakan para pelaku.
Tujuh boks rokok yang berhasil polisi amankan, kata Nandang, masih utuh karena belum sempat mereka pakai atau jual.

Kapolsek Indihiang Kompol Tri Sumarsono mengatakan kawanan tersebut dijerat dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. Saat ini kasus tersebut dalam penanganan Polsek Indihiang.

Manager Tasco Cipedes Rio Prayogi (32) mengatakan bahwa keempat tersangka memang merupakan pegawainya.

Dari aksi yang dilakukan para pegawainya itu, pihaknya mengalami kerugian mencapai Rp 12 juta.

“Bukan hanya rokok, ada juga susu dan barang-barang lainnya,” katanya. (jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top