Mahasiswa Diminta Berkampus Kembali di Universitas Lakidende Razak Porosi – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Mahasiswa Diminta Berkampus Kembali di Universitas Lakidende Razak Porosi

KOLAKAPOS, Unaaha–Kesepakatan islah antara pengurus yayasan lakidende dan pengurus yayasan lakidende razak porosi saat pertemuan kesepakatan islah yang dilakukan di kopertis wilayah IX sulawesi di makassar beberapa waktu lalu, akhirnya konflik ini berakhiri sudah.

Munculnya kesepakatan islah yang disepakati kedua yayasan ini memberikan kejelasan status kepada mahasiswa universitas lakidende Razak Porosi. Untuk itu, mahasiswa yang kuliah di kecamatan Konawe, agar kembali ke Universitas Lakidende Razak Porosi.

Pengelola Yayasan Lakidende Razak Porosi , Asriani mengatakan, dengan adanya lima kesepakatan yang disetujui kedua bela pihak saat di kopertis wilayah IX sulawesi, dirinya mengimbau kepada mahasiswa yang kini berkampus di universitas lakidende versi yayasan lakidende agar segera kembali berkampus di universitas lakidende razak porosi naungan yayasan lakidende razak porosi.

“Saya harapkan kepada mahasiswa yang ada di Konawe (kampus lakidende versi yayasan lakidende, red) agar segera kembali melakukan administrasi di universitas lakidende ( lakidende razak porosi Red) kalau mereka mau menyelesaikan pendidikannya,” terangnya.

Asriani menambahkan, jumlah mahasiswa yang bergabung di universitas lakidende versi yayasan lakidende, berdasarkan hasil evaluasi rektor universitas lakidende razak porosi Laode M Kamaluddin, di setiap jurusan jika di akumulasikan mencapai seratus orang mahasiswa. Sselain itu alasan mahasiswa ini pindah ke kampus sebelah karena banyaknya kemudahan yang di tawarkan oleh pihak kampus, selain itu biaya kuliah di kampus lakidende lebih murah di bandingkan kampus lakidende razak porosi dan di duga ada sabotase kepada mahasiswa untuk meninggalkan kampus lakidende razak porosi.

“Mereka (yayasan lakidende Red) melapor bahwa ada sekian ratus yang katanya kita pecat (DO), tapi setelah kita periksa di PDPT pangkalan data itu tidak benar, setelah kami teliti, rektor meminta semua jurusan untuk mengevaluasi mahasiswanya, siapa yang aktif dan siapa yang tidak aktif, jadi di keluarkanlah semua jurusan, ada yang lima orang, tapi yang banyak itu jurusan bahasa inggris, dan jurusan FIA” ungkap Asriani.

Saat di tanya apakah ada sanksi yang akan di berikan kepada mahasiswa jika melakuka administrasi ulang, dirinya menambahkan bahwa sanksi yang akan di berikan tetap ada namun tidak akan merugikan mahasiswa.

“Jelas kita akan berikan sanksi akademik, tapi sangsi ini tidak sampai menunda wisuda mahasiswa ini sampai tahun depan, intinya kalau ada kesalahan pastilah ada sangsi yang akan di dapat” ucap Asriani.(m4/b)

Click to comment

The Latest

To Top