BMS di Pinrang Kelola Dana Rp3 M – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

BMS di Pinrang Kelola Dana Rp3 M

BUPATI PINRANG, ASLAM PATONANGI MEMBERIKAN PENJELASAN KEPADA TIM DIRJEN OTODA SAAT BERKUNJUNG DI PINDU, KABUPATEN PINRANG

KOLAKAPOS, Pinrang–Tim dari Dirjen Otonomi Daerah (Otda) Kemendagri memberi apresiasi kepada kepala SMKN 1 Pinrang dan Bupati Pinrang, Aslam Patonangi atas inovasi yang dilakukan. Apresiasi tersebut atas lahir dan berkembangnya Bank Mini Sekolah (BMS) di Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Pinrang yang masuk 10 besar nasional kategori best practice (praktik terbaik). Selasa kemarin, Tim Dirjen Otda berkunjung ke BMS SMKN 1 Pinrang. Sebelum ke SMKN 1, tim disambut dan diterima Bupati Pinrang, Aslam Patonangi, Wakil Bupati, Muh Darwis Bastama dan Sekda Pinrang, H Syarifuddin Side MSi. “Ini sangat kreatif. Kami memberi apresiasi, dan bank ini patut menjadi percontohan,” ungkap Kasubdit Peningkatan Kapasitas Daerah Direktorat EKPPD Ditjen Otda Kemendagri, Genslyi yang memimpin tim.

Sementara Bupati Pinrang, Aslam Patonangi menaruh harapan besar terhadap inovasi BMS yang dimiliki SMKN 1 Pinrang. Menurutnya, BMS ini merupakan wadah untuk mendapatkan edukasi dalam dunia perbankan.
Ia membeberkan, kelebihan BMS adalah menawarkan suku bunga kredit hanya 0,75 persen. Bahkan kalau hanya meminjam Rp2,5 juta, bebas agunan dan biaya administrasi. Bupati Pinrang dua periode ini optimis sehatnya keuangan dan manajemen BMS ini. Kepala SMKN 1 Pinrang, Sakri Condeng mengungkapkan, berdasarkan data penabung BMS SMKN 1 Pinrang, pada 2014 jumlah penabung sebanyak 1.797 orang dengan jumlah tabungan 2 miliar 632 juta rupiah, meningkat pada 2015 dengan penabung 2.058 nasabah dengan jumlah tabungan 2 miliar 691 juta rupiah. Dan pada 2016, jumlah penabung dan tabungan lagi-lagi mengalami peningkatan signifikan dengan jumlah penabung 2.255 dan tabungan sebesar 3 miliar 119 juta rupiah. Dikatakan, ada beberapa manfaat yang telah didapatkan nasabah yang mulai dari kalangan guru, staf TU, siswa hingga masyarakat sekitar. Menurut Sakri Condeng, siswa yang dulunya tidak memiliki laptop kini dapat memiliki dengan pinjaman dari BMS. Sedangkan guru dapat meminjam di BMS untuk memiliki motor dan fasilitas lainnya. “Siswa, guru dan masyarakat sekitar dapat mengambil pinjaman di BMS,” ungkap Sakri. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top