Pengamen Dalangi Pencurian di Banyak Lokasi – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Pengamen Dalangi Pencurian di Banyak Lokasi

KOLAKAPOS, Makassar–Tiga tersangka yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Panakkukang berhasil dibekuk. Mereka adalah Dandi alias Yoga (19) dan Indzagi (19), warga Jalan Sukamaju 1 nomor 8 dan Hamka (23), beralamat di Jalan Sukamana nomor 60. Ketiganya diamankan tim Resmob Polsek Panakkukang di tempat terpisah.
Menurut Kapolsek Panakkukang Kompol Dodik, anggota komplotan ini ada lima orang. Dua diantaranya bertindak sebagai penadah.
Tersangka Dandi alias Yoga yang pertama kali ditangkap. Dia yang berprofesi sebagai pengamen ini disebut-sebut sebagai dalang pencurian. Ia diamankan ketika mengamen di sekitar lampu merah flyover Jalan Urip Sumoharjo, Sabtu (4/3) pukul 01.20 Wita. Penangkapan dipimpin Panit 2 Iptu Harianto Rahman didampingi Dantim Bripka Zulqadri.
”Dari hasil interogasi terhadap tersangka Dandi, terungkap jika pelaku melakukan aksinya mencuri di dalam rumah korban bersama dua rekannya, yakni Hamka dan Indzagi,” jelas Dodik.
Bersama komplotannya, Dandi telah beberapa kali beraksi. Diantaranya Jalan Sukaria 8 pada bulan Juli 2016. Mereka berhasil mengambil laptop merk ASUS warna hitam.
Aksi lainnya di Jalan Sukamaju VI. Komplotan ini berhasil mengambil dua buah tabung gas.
Sementara di Jalan Sukaria VIII, mereka mengambil 10 buah tabung gas. Termasuk di Jalan Jalan Paggentengan pada bulan Februari lalu. Dandi dan rekannya mengambil sepeda Polygon warna abu-abu.
Setelah tersangka diinterogasi, petugas kemudian membawanya untuk melakukan pengembangan. Polisi mencari dua rekan tersangka serta penadah barang hasil curiannya.
Di Jalan Sukamana, dua tersangka lain dicokok. Masing-masing Hamka dan Inzaghi.
Selanjutnya, Minggu (5/3), tim Resmob melanjutkan pengembangan untuk mengungkap penadahnya. Dua orang berhasil ditangkap. Masing-masing M Ridwan (32) dan Mardiah (32). Keduanya warga Jalan Barawaja Raya.
”Dari hasil pemeriksaan, keduanya mengaku telah membeli barang yang dijual komplotan pelaku. Kasusnya masih dalam proses pengembangan,” tandas Dodik. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top