Naskah Akademik di Ranperda Terus Bermasalah – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Naskah Akademik di Ranperda Terus Bermasalah

Net/ILustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Anggota Badan Pembentukan Legislasi Daerah (BPLD) di Badan Legislasi DPRD Makassar belum dapat membahas satupun rancangan Peraturan daerah yang masuk dalam program legislasi daerah.
Hal tersebut ditegaskan anggota BPLD DPRD Makassar, Busranuddin Baso Tika. Dia menambahkan, penyebab tidak dibahasnya ranperda disebabkan terhalang oleh naskah akademik yang tetap saja dikembalikan untuk direvisi kembali oleh Pemerintah Kota Makassar bersama Tim Akademiknya.
“Pekan lalu saat rapat BPLD bersama satuan kerja perangkat daerah (SKPD), ternyata diketahui jika naskah akademik di ranperda tersebut tetap saja harus direvisi,” ungkapnya saat dikonfirmasi, Sabtu (4/3).
Ketua Fraksi PPP itu mencontohkan, salah satu ranperda yang masih perlu direvisi naskah akademiknya yakni Ranperda Detail Tata Ruang dan Lingkungan (RDTL) yang merupakan ranperda turunan dari Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Di dalam naskah akademik hanya melampirkan 14 kecamatan. Sementara Perda Pemekaran Wilayah yang disahkan 2015 lalu kecamatan di Makassar telah bertambah menjadi 15, hal-hal seperti itulah yang masih harus diperbaiki,” tuturnya.
Seperti diketahui tahun ini BPLD memprogramkan sebanyak 25 prolegda di DPRD dan ranperda yang akan diprioritaskan adalah RDTL, Ranperda revisi Penataan Parkir dan Ranperda yang tidak mampu diselesaikan pansus pada APBD 2016 lalu.
Dihubungi terpisah, Koordinator Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Sulawesi, Musaddaq menilai 25 program legislasi daerah di DPRD Makassar terlalu banyak. Sementara untuk membahas satu ranperda membutuhkan waktu minimal empat bulan. “Untuk membahas 25 Prolegda dalam waktu satu tahun itu sangat tidak mungkin, hal ini yang terkadang menjadikan pembahasan Perda dipaksakan dan terkesan tergesa-gesa,” tutupnya.(bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top