Konflik Yayasan Lakidende Berakhir Damai – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Konflik Yayasan Lakidende Berakhir Damai

Pengelola Yayasan Lakidende Razak Porosi, Asriani memperlihatkan hasil kesepatakan.FOTO:Husman/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Unaaha–Konflik antara Sitti Aminah Razak Porosi dan Basrim Suprayogi terkait yayasan Lakidende akhirnya berakhir. Hal itu setelah mediasi yang dilakukan Kopertis wilayah IX Sulawesi di Makassar 2 Maret lalu.
Pengelola Yayasan Lakidende Razak Porosi, Asriani mengatakan, berdasarkan hasil mediasi yang dilakukan kedua bela pihak sepakat menerima solusi yang ditawarkan untuk berdamai. “Kami dari Yayasan Razak Porosi menyetujui itu, karena kita melihat kepentingan mahasiswa. Sebab, saat ini mahasiswa yang kuliah di kampus bukan ratusan tapi sudah ribuan,” ungkapnya.

Asriani menjelaskan, pertemuan pada 2 Maret lalu, itu merupakan planjutan dari Dikti yang sebelumnya dilaksanakan di Jakarta. Pada waktu itu, Dikti meminta agar tiga orang pengurus Yayasan Lakidende (YL) dan tiga orang penggurus Yayasan Lakidende Basrim Suprayogi dan tiga orang pengurus dari Razak Porozi, agar hadir di pertemuan itu. Namun saat itu pembina yayasan Lakidende Masyhur Masie Abunawas tidak hadir, jadi yang hadir hanya ketua yayasan Basrim suprayogi bersama Andi Saleh dan Yasin Togala. Sementara dari yayasan lakidende razak porosi adalah Aminah Razak Porosi Ketua Dewan, Asriani Porosi dan Ketua yayasan Rafit.
“Karena saat pertemuan ketua dewan yayasan lakidende Masyhur Masie Abunawas tidak hadir di Jakarta, maka pertemuan itu belum ada keputusan. Hanya saja Dikti sudah menawarkan Islah. Namun pada saat itu, pihak Basrim Suprayogi tidak bisa mengambil keputusan karena menunggu dari pembina (Masyhur Masie Abunawas, red). Oleh karena itu di putuskanlah pertemuan ke dua di Kopertis wilayah IX makassar,” ujarnya.

Nah,pada 2 Maret lalu, lanjut Asriani, dilakukan pertemuan di Kopertis Wilayah IX Sulawesi di Makassar. Pada saat itu itulah masing-masing ketua dewan yayasan lakidende hadir dan menerima solusi islah yang diberikan kopertis dengan melanjutkan pembicaraan masalah universitas serta menelurkan lima kesepakatan.

“Setelah terjadi pertemuan di Kopertis tanggal 2 Maret dan dalam undangan itu khusus hanya unsur pembina. Dalam pembicaraan tersebut tidak ada lagi pembicaraan masalah yayasan karena kita sudah mengerucut. Disitu diputuskan bahwa kita akan islah dan ketua pembina Masyhur Masie Abunawas setuju. Maka dituangkanlah di poin satu, dua dan tiga masalah yayasan. Sedangkan di poin empat dan lima masalah universitas karena di Unaaha ada dua Universita,” paparnya.

Ia menambahkan, dengan adanya kesepakatan islah, mahasiswa yang ada di universitas naungan yayasan lakidende agar segera mengkonfirmasi kembali ke Universitas Lakidende Razak Porosi. Sebab, mahasiswa yang berkampus di kecamatan Konawe tersebut bukanlah kampus yang sah.

“Saya harap, agar mahasiswa yang berkampus di kecamatan Konawe, agar segera kembali melakukan administrasi di Universitas Lakidende Razak Porosi, kalau mereka mau menyelesaikan? untuk jumlahnya sekitar seratus lebih mahasiswa. Jadi mahasiswa ini pindah ke kampus dirian yayasan lakidende karena menganggap jika mereka di Drop Out oleh pihak kampus. Jika kita lihat di pangkalan data nama-nama mereka masih ada, jadi disini saya terangkan bahwa tidak ada mahasiswa yang di DO oleh pihak kampus,” tandasnya. (m4/b)

Click to comment

The Latest

To Top