Sawit Menjadi Primadona – KOLAKA POS

KOLAKA POS

EKOBIS

Sawit Menjadi Primadona

KOLAKAPOS, Riau–Perkebunan kelapa sawit akan terus menjadi primadona bagi masyarakat. Saat ini kelapa sawit jadi tren komiditi unggulan. Di Kabupaten Siak sendiri ada sekitar 15 ribu hektare lahan kelapa sawit yang sudah sampai masa peremajaannya. Kurang lebih seribu hektare yang sudah dalam proses peremajaan.

Semua itu terbagi di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Dayun, Kecamatan Lubuk Dalam, Kecamatan Koto Gasib dan Kecamatan Kerinci Kanan.Selain itu di daerah Siak ini, tanaman mudah bahkan cepat tumbuh, sehingga daerah luar iri melihat keadaan di tempat kita ini.

“Ditanam sawit, sawit tumbuh, ditanam karet, karet tumbuh, ditanam akasia, akasia cepat tumbuh,” kata Bupati Siak Drs H Syamsuar MSi, di sela-sela membuka program pelatihan peremajaan kelapa sawit bagi petani kelapa sawit di Kabupaten Siak, yang bertempat di Hotel Grand Royal Kecamatan Siak.

Hadir dalam kesempatan itu, Wasekjend DPP Apkasindo Rino afrino, BPDP Deri, Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Jogya Ony Aprinto, Kadis Holtikultura Rubiati dan undangan. Ia menceritakan sebuah inovasi yang ada di Desa Tasik Seminai, Kecamatan Koto Gasib.

Dalam masa peremajaan sawitnya, mereka bisa menjadikan batang sawit yang telah ditebang sebagai penghasil tambahan, yakni mengubah batang sawit menjadi gula. Karena itu, ia berharap agar peserta sekalian serius untuk mengikuti pelatihan ini, karena ini semua nantinya bisa meningkatkan produksi kebun kelapa sawit, sehingga bisa meningkatkan perekonomian.

Wakil Sekjen DPP Apkasindo Rino Afrino mengatakan, Provinsi Riau merupakan provinsi yang paling banyak memiliki lahan perkebunan kelapa sawit, dari 11 juta hektare wilayah perkebunan kelapa sawit di Indonesia, 2,5 juta hektarenya berada di Provinsi Riau. Selain itu, Provinsi Riau juga tercatat sebagai provinsi yang paling besar memiliki perkebunan rakat yakni 1,4 juta hektare.

“Untuk 2016 lalu, kami sudah memberi pelatihan kepada 2.800 petani terkait perkebunan kelapa sawit di beberapa provinsi di Indonesia,” ujarnya.

Lembaga Pendidikan Perkebunan (LPP) Jogya Ony Aprinto menambahkan, peremajaan kelapa sawit bagi petani kelapa sawit Kabupaten Siak baru pertama kali diselenggarakan. Tujuan dari pelatihan ini adalah nantinya para petani sawit bisa memahami permasalahan, dan mampu mengatasi masalah yang terkait dengan peremajaan sawit dan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan peremajaan tanaman kelapa sawit.

“Petani sawit merupakan ujung tombak dari persawitan di Indonesia, termasuk di Kabupaten Siak,” ujarnya. Untuk itu, perlu mengadakan pelatihan ini, agar produktivitas kebun kelapa sawit kita akan meningkat.Pelatihan yang di laksanakan selama 5 hari ini, diikuti oleh 50 orang petani sawit yang berasal dari berbagai kecamatan yang ada di Kabupaten Siak.

Sebagai perbandingan, produktivitas kelapa sawit kita jauh tertinggal, di negara tetangga penghasilan sawit mereka bisa sampai puluhan kilogram per hektarnya. Dengan adanya pelatihan ini bisa meningkatkan hasil dari kebun sawit kita, sehingga perekonomian para petani akan meningkat.(riaupos)

Click to comment

The Latest

To Top