‘Nyanyian’ Istri Ungkap Oknum Polisi Simpan Sabu – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

‘Nyanyian’ Istri Ungkap Oknum Polisi Simpan Sabu

Net/Ilustrasi Tangkap

KOLAKAPOS, Bantaeng–Seorang oknum polisi ditangkap aparat Polres Bantaeng. Aiptu Sumantri Ilham, anggota Setum Polda Sulsel dibekuk di rumahnya BTN Griya Labandu Sasayya Blok C nomor 6, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bisappu.

Penangkapan Aiptu Sumantri dilakukan langsung Kapolres Bantaeng AKBP Adip Rojikan, Rabu (1/3) sore. Ia disebutkan terlibat dalam jaringan peredaran narkoba jenis sabu.
Oknum polisi ini diciduk setelah tiga anggota jaringannya ditangkap terlebih dahulu. Dari hasil interogasi, ketiganya mengaku mendapat narkoba dari seorang ibu rumah tangga (IRT).
Petugas pun langsung melakukan penangkapan terhadap IRT yang disebutkan. Perempuan itu kemudian ‘bernyanyi.’ Ia mengaku istri seorang polisi dan menyimpan sabu di rumahnya.
Mendengar pengakuan tersebut, Kapolres Bantaeng langsung memimpin anak buahnya melakukan penyelidikan dan pengembangan di lokasi. Tak lupa ia melibatkan kepala desa setempat dan Babinsa Kodim Bantaeng sebagai saksi.
Kapolres Bantaeng AKBP Adip Rojikan, Kamis (2/3) mengkonfirmasi kebenaran pengungkapan kasus ini. Ia menyebut ada enam orang tersangka yang ditangkap. Salah satu diantaranya seorang oknum polisi.
”Ada tiga orang yang ditangkap lebih dulu. Dari pemeriksaan, mereka mengaku mendapatkan barang dari seorang wanita bernama Mulianthy. Anggota langsung melakukan penangkapan terhadapnya,” jelas Adip.
Tiga orang yang ditangkap itu adaah Muh Abbas alias Long Beta Mattalatta, Akbar alias A’ba H Abu dan Suardi alias Aco Umar.
”Satu persatu dari ketiga tersangka kami ringkus. Selanjutnya dilakukan pengembangan selama lebih sepekan. Akhirnya perempuan Mulianthy ditangkap. Dia mengaku istri polisi dan menyimpan barang di rumahnya,” terang Kapolres lagi.
Penggerebekan kemudian dilakukan di kediaman Aiptu Sumantri. Di rumah itu polisi mengamankan enam orang. Juga ditemukan barang bukti berupa sabu dan beragam jenis senjaat tajam.
”Enam tersangka bersama barang bukti langsung dibawa ke Mapolres Bantaeng sekitar pukul 18.00 Wita. Mereka masih menjalani pemeriksaan intensif,” ungkap Adip.
Enam orang yang diamankan masing-masing pasangan suami istri Aiptu Sumantri Ilham dan Muhlianthy, warga BTN Griya Labandu Kelurahan Bonto, Sunggu Kecamatan Bisappu. Armin Abdullah (37), warga Kampung Bisampole, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Bantaeng.
Anwar Rahman (34) dan Hasri H Ambo (32), warga Kampung Bungung Bambang Sasayya, Kelurahan Bonto Sunggu, Kecamatan Bisappu. Hilman Nusu Dg Raga (72), warga Jalan Mangga, Kelurahan Tappanjeng, Kecamatan Bantaeng.
Sementara barang bukti yang ditemukan saat dilakukan penggerebekan, yakni 23 unit handphone beragam jenis dan merek. Tiga saset kecil kristal bening yang diduga sabu-sabu. Tiga saset sedang kristal bening yang diduga sabu-sabu. Satu saset besar kristal bening yang diduga sabu-sabu. Dua linting tembaka. Dua unit timbangan digital.
Ada juga sembilan saset yang diduga bekas dan isinya telah dikonsumsi. 42 saset kosong. Ssatu buah tempat besi yang berisi saset kosong. Tiga pucuk airsoft gun. Dua buha tombak. Satu buah double stick, 36 senjata tajam yang terdiri dari jenis badik, clurit dan parang. 49 butir amunisi senjata revolver.
Hingga kemarin, kata Adip, pihaknya masih melakukan pemeriksaan para tersangka untuk mengetahui perannya masing-masing.
Sementara itu, warga sekitar rumah yang digerebek masih ramai membahas penangkapan Aiptu Sumantri, istri dan komplotannya. Mereka tak menyangka oknum anggota polri itu menyimpan narkoba di rumahnya.
Bagaimana tidak, Aiptu Sumantri cukup disegani warga di sekitar tempat tinggalnya. Bahkan salah seorang tokoh masyarakat BTN Sasayya Kr Awing, menyebut bahwa tidak akan pernah ada yang berani menggerebek rumah oknum polisi tersebut.
Warga lainnya Kr Sila, mengungkapkan jika rumah milik Sumantri Ilham sudah diintai petugas sejak pagi. Mereka menyebar di beberapa titik di sekitar TKP. Namun, kata dia, tidak ada warga yang tahu kalau ada petugas yang sedang melakukan pengintaian.
Antara pukul 14.00 wita, Aiptu Sumantri meninggalkan rumahnya. Dia dibuntuti petugas untuk mengetahui kemana perginya. Ternyata, Sumantri ke tukang pangkas rambut. Sejurus kemudian, petugas lainnya menyerbu masuk rumah dan melakukan penggeledahan yang dipimpin langsung Kapolres Bantaeng AKBP Adip Rojikan bersama Wakapolres Kompol Suprianto.
Dari penggerebekan ini, petugas menemukan sejumlah barang bukti. Aiptu IS yang baru pulang pangkas rambutnya, langsung dicegat di depan rumahnya dan diperintahkan berlutut. IS pasrah tanpa melakukan perlawanan. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top