Kenalan di Medsos, AY Digarap Dua Kali Dalam Semalam – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Kenalan di Medsos, AY Digarap Dua Kali Dalam Semalam

KOLAKAPOS, Andoolo–Tim Satuan Reserse Kriminal (Sat Reskrim) Polres Konsel, melakukan penangkapan terhadap terduga tindak pidana pemerkosaan, atas nama Komang Komo Alias Widi (25), Kamis (2/3) lalu sekitar pukul 01.00 Wita.

Tersangka yang beralamat di desa Marga Cinta, kecamatan Moramo ini, diduga tega memperkosa kenalannya di media sosial (Medsos) facebook (FB), yakni inisial AY (15) seorang pelajar yang tinggal di desa Aepodu, kecamatan Laeya, Konsel.
Kasat Reskrim Polres Konsel Iptu Ismail Pali, melalui Kanit II Ipda Satria Madangkara menjelaskan, tim gabungan Sat Reskrim yang terdiri dari Brigadir Sukarman, Bripda Muh. Rajab Saleh dan Bripda Made Ray (Sat Intel), dibantu Kanit Res Moramo Bripka Jon Kris dan Brigadir Feri telah melakukan penangkapan, terhadap tersangka Widi di rumah mertuanya (Desa Marga Cinta).
“Tersangka tersebut diduga telah melakukan tindak pidana kesusilaan (pemerkosaan) sebagaimana dimaksud dalam Pasal 81 ayat (2) atau pasal (1) Jo pasal 76 E UU RI No. 35 tahun 2014, tentang perubahan atas UU RI No. 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Dengan nomor LP/06/I/2017/SPK tanggal 28 Januari 2017,” paparnya.
Ia menjelaskan, awalnya tersangka dan korban berkenalan melalui Medsos, kemudian tersangka dan korban ketemuan di desa Aepodu, setelah itu tersangka mengajak korban jalan-jalan dengan menggunakan mobil rental berwarna hitam.
“Tersangka kemudian membawa korban mengarah ke Palangga, awalnya korban ingin bertanya kepada tersangka kemana tujuan mereka. Namun karena takut, korban mengurungkan niatnya. Pada pukul 23.30 Wita, tersangka dan korban tiba di desa Torobulu, dimana menurut korban daerah tersebut tidak ada rumah dan sepi,” jelas Satria.
Selanjutnya, tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan, namun korban menolak ajakan tersebut. Tapi tersangka tidak dapat melawan hawa nafsunya, sehingga tersangka tetap melampiaskan nafsu birahinya dengan cara memaksa korban. Setelah kejadian itu, keduanya kembali melanjutkan perjalanannya menuju Moramo.
“Menurut korban selama perjalanan ke Moramo, tersangka tidak mengeluarkan sepatah katapun terhadap korban. Pukul 24.30 Wita tersangka menukar mobilnya dengan kendaraan roda dua, karena mobil yang digunakan adalah mobil rental. Tersangka kemudian kembali mengantar korban pulang ke rumah, namun dalam perjalanan pulang tersangka kembali melakukan aksinya yang kedua kalinya,” ungkapnya.
Satria menambahkan, aksi kedua tersangka terjadi di desa Cialam, di tepi jalan yang sunyi dengan alasan hendak beristrahat. Setelah melampiaskan nafsunya kemudian tersangka mengantar korban pulang pada pukul 02.44 WIta. Namun pada saat itu korban tidak diantar langsung ke rumahnya, melainkan diturunkan di desa Lerepako.
“Hal itu dilakukan tersangka karena takut terhadap keluarga korban. Kemudian korban ditemukan oleh Pamannya, karena pada saat itu Paman korban hendak ke tokonya yang berada dekat dengan tempat korban diturunkan,” tutupnya. (k5)

Click to comment

The Latest

To Top