Cinta Segitiga Picu Ponakan Bunuh Paman – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Cinta Segitiga Picu Ponakan Bunuh Paman

KOLAKAPOS, Luwu Timur–Desa Margolembo, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur, Rabu malam (1/3) pukul 20.00 Wita . Suasana tidaklah terlalu ramai. Bahkan terasa sunyi.
Bunyi mesin kendaraan bermotor roda dua memecah kesunyian. Di atasnya duduk seorang pria dan wanita. Mereka adalah Masjaya (45) dan Rosnina. Masjaya yang merupakan pegawai sebuah bank swasta di Mangkutana membonceng perempuan rekan kerjanya. Keduanya hendak mendatangi rumah seorang calon nasabah.
Setibanya di rumah calon nasabah, terjadi kesalahpahaman antara Masjaya dan Rosnina. Masjaya kemudian memarahi Imma, panggilan akrab Rosnina.
Tak lama berselang, muncul seorang laki-laki yang juga mengendarai sepeda motor. Namanya Ilhamsyah (24). Warga Desa Balai Kembang, Kecamatan Mangkutana, Kabupaten Luwu Timur ini belakangan diketahui sebagai pacar Imma.
Antara Masjaya dan Ilhamsyah masih punya hubungan kekerabatan yang cukup dekat. Masjaya adalah paman dari Ilhamsyah.
Ia datang ke tempat itu untuk menjemput kekasihnya dan mengajaknya pulang. Ilhamsyah kemudian membonceng Imma dan meninggalkan Masjaya.
Setelah keduanya pergi menggunakan motor, diam-diam Masjaya mengikutinya dari belakang. Ia membawa serta sebatang kayu di atas motornya.
Di tengah perjalanan, Masjaya langsung beraksi. Ia memukul Ilhamsyah menggunakan kayu. Mendapat serangan secara tiba-tiba, Ilhamsyah balik melakukan perlawanan. Ia turun dari motor dan langsung mencabut badik yang terselip di pinggangnya.
Dua tikaman badik mengenai tubuh Masjaya. Satu di bagian tangan. Satunya lagi di dada kiri.
Usai melakukan aksinya, Ilhamsyah langsung melarikan diri. Sementara korban, oleh warga sekitar langsung dilarikan ke Puskesmas Mangkutana. Namun nyawanya tak tertolong. Ia mengembuskan nafas terakhirnya di puskesmas.
Kepala Satua Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Luwu Timur AKP Akbar A Malloroang, kemarin mengkonfirmasi kebenaran kejadian tersebut. Menurutnya, korban meninggal dunia setelah ditikam oleh Ilhamsyah yang tidak lain adalah keponakannya sendiri.
“Korban sempat dilarikan ke Puskesmas Mangkutana, namun tidak dapat diselamatkan oleh pihak medis dan akhirnya meninggal dunia,” jelas Akbar.
Saat ini, kata Akbar, pihaknya masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Juga meminta keterangan sejumlah saksi. “Usai menikam korban, pelaku langsung melarikan diri. Kita kemudian melakukan pengejaran. Pelaku berhasil kita amankan dua jam kemudian, atau sekitar pukul 22.30 Wita,” terangnya.
Dihadapan penyidik, Ilhamsyah mengakui telah menghabisi nyawa pamannya sendiri. Ia terbakar api cemburu.
Ilhamsyah marah setelah mengetahui kekasihnya Rosnina pergi bersama Masjaya ke rumah salah satu calon nasabahnya di Desa Margalembo. Seketika itu pula emosinya tersulut. Diapun kemudian menyusul Rosnina dan Masjaya ke Desa Margalembo.
”Saya memang bawa badik di rumah, karena yakin kami pasti berkelahi. Dia (korban) sempat mengejar dan menyerang saya pakai balok, tapi saya tangkis. Setelah itu, saya kemudian menikamnya pakai badik,” ujar Ilhamsyah.
Dari pengakuan Ilhamsyah, terungkap kisah cinta segitiga antara dirinya, Rosnina dan Masjaya. Korban dan istrinya sering terlibat pertengkaran karena berusaha mendekati Rosnina.
”Saya memang mau bertemu dan berbicara langsung dengan korban agar masalah ini bisa selesai,” cetusnya.
Cinta segitiga mereka betul-betul selesai. Karena Masjaya telah tiada, meninggalkan Ilhamsyah dan Rosnina yang masih hidup. Namun, Ilhamsyah harus mempertanggungjawabkan perbuatannya karena telah menikam pamannya hingga akhirnya meninggal dunia. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top