Pasca OTT, Sekda Konsel Kumpulkan Kasek – KOLAKA POS

KOLAKA POS

BERITA UTAMA

Pasca OTT, Sekda Konsel Kumpulkan Kasek

Sekda Konsel saat pimpin rapat bersama kepala sekolah tingkat TK/PAUD, SD, SMP dan jajaran PK.FOTO:Saprudin/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Andoolo–Operasi Tangkap Tangan (OTT) tim Sapu Bersih (Saber) pungutan liar Polres Konsel, dilingkup Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (PK) beberapa waktu lalu, rupanya cukup menggegerkan instansi tersebut.
Alhasil, Sekda Konsel, Sjarief Sajang, langsung mengadakan rapat bersama kepala sekolah tingkat TK/PAUD, SD, SMP dan jajaran PK. Rapat tersebut juga dilibatkan Kepala Inspektorat Konsel, Mujahidin, Kepala DPKAD Konsel Marwiyah Tombili dan Kepala BKD Konsel, Junaid.
Sjarief mengungkapkan, tujuan rapat tersebut untuk memberikan penyegaran dan terkait pengelolaan anggaran di lingkup PK Konsel, baik yang berasal dari APBD, APBN maupun dana lainnya. Sehingga nantinya tidak keliru menafsirkan aturan dalam pengelolaannya.
“Dengan begitu pengelolaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), akan lebih jelas dan tidak khawatir akan keresahan kasus OTT yang terjadi beberapa waktu lalu,” jelasnya.
Dengan adanya kasus OTT beberapa waktu lalu lanjut dia, pihaknya tidak segan memberikan sanksi jika terulang lagi di SKPD lain, sesuai peraturan pemerintah dan undang-undang, salah satunya pemecatan atau pemberhentian PNS termasuk penahanan gaji.
“Saya sangat prihatin dengan kondisi yang terjadi kemarin. Padahal menyangkut Pungli dibeberapa kesempatan telah sering Bupati, Wakil Bupati dan Sekda sampaikan agar PNS bekerja sesuai aturan,” imbuhnya.
Lebih lanjut dikatakannya, untuk proses hukum yang kini ditangani Polres Konsel, sebagai Jenderal PNS ia tak bisa mencampuri urusan penegakan hukum yang telah terjadi. Pihaknya mendukung kinerja Saber Pungli, dalam penegakan ASN yang dapat berjalan dengan baik, sehingga bisa dijadikan pembelajaran untuk SKPD lainnya.
“Pemda akan melakukan upaya hukum bagi tenaga penginput dana sertifikasi guru, namun kita akan mengecek dulu sejauh mana keterkaitan lima orang staf dinas PK Konsel. Kemudian apakah dengan ditahannya mereka mengakibatkan penginputan sertifikasi guru menjadi terhambat atau tidak, karena jangan sampai mengganggu pengurusan sertifikasi guru yang berjumlah 1.300 orang di Konsel,” ungkapnya.
Dia berharap, jika kelima tersangka itu sangat dibutuhkan dinas PK untuk tidak menghambat penginputan sertifikasi, maka diharapnya para tersangka diberikan kebijaksanaan untuk wajib lapor.
“Sebab ini tentu sangat mempengaruhi pengurusan sertifikasi guru. Sehingga dengan waktu yang mendesak kami juga akan mengusahakan tenaga penginput, jika tidak memungkinkan untuk penangguhan mereka,” harapnya. (k5)

Click to comment

The Latest

To Top