Lelang Jabatan, Pemkot Masih Konsultasi ke BKN – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Lelang Jabatan, Pemkot Masih Konsultasi ke BKN

ILustrasi

KOLAKAPOS, Parepare–Janji Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare untuk melaksanakan seleksi jabatan usai HUT Kota Parepare atau akhir Februari tak terealisasi. Bahkan, panitia seleksi (pansel) yang akan melakukan seleksi tersebut, belum juga terbentuk guna melancarkan proses pelaksanaan lelang jabatan, hingga saat ini.
Kabarnya, Pemkot Parepare melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM (BKP-SDM) baru melakukan konsultasi ke Badan Kepagawaian Negara (BKN). Kabid Pengembangan Aparatur BKP-SDM Kota Parepare, Adriani Idrus mengaku, pihaknya masih kesulitan menunjuk orang-orang yang dianggap layak dan memiliki netralitas untuk dimasukkan dalam susunan panitia seleksi lelang jabatan.
“Jangan sampai salah pilih orang. Karena itu, kami masih konsultasi ke BKN,” jelas Andriani, kemarin.
Dia mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan sejumlah nama yang diharapkan bisa bergabung dalam tim pansel. Sejumlah nama tersebut termasuk dari Pemprov Sulsel.
“Kami juga masih menunggu persetujuan dari Pak Gubernur (Syahrul Yasin Limpo). Termasuk juga pihak akademisi yang dianggap layak masuk pansel,” jelasnya. Kepala BKP-SDM Parepare, H Laetteng saat ini berada di Makassar untuk konsultasi terkait pansel lelang jabatan yang akan dilakukan di lingkup Pemkota Parepare.
Rencana lelang jabatan dalam lingkup Pemkot Parepare tidak hanya pada jabatan eselon II yang sedang lowong, tapi juga untuk jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Parepare. Sejumlah nama pejabat eselon II yang memenuhi syarat untuk mengisi jabatan sekda yang sementara dijabat Mustafa Mappangara. Ada sejumlah nama pejabat yang disebut-sebut memiliki peluang adalah Anwar Saad, Iwan Asaad, dr Muh Yamin, Muh Husni Syam, H Nasarong dan H Laetteng. Sebanyak 15 orang Aparatur Sipil Negera (ASN) dengan jabatan eselon IIIa dan IIIb dalam lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Parepare ikut wawancara kompetensi di Rujab Wali kota Parepare, bulan lalu.
Sebelumnya, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kota Parepare, H Laetteng, mengatakan jabatan eselon II yang masih lowong akan diisi dengan sistem seleksi terbuka atau lelang jabatan, termasuk jabatan Sekda.
Dia menyebutkan, tim seleksi sesuai ketentuan berlaku, presentasinya 45 persen internal, sisanya 55 persen dari ekstrenal.
“Ada tim seleksi sebanyak lima orang yang unsur terdiri dari provinsi, internal pemerintah kota, akademisi atau pakar, profesi dan atau unsur badan pertimbangan jabatan dan kepangkatan (Baperjakat) yang melakukan seleksi,” ujarnya.
Menurutnya, tim seleksi tersebut sementara diupayakan karena ada prosedure yang harus dilalui dengan menyurati provinsi dan unsur lainnya untuk bersedia menjadi tim seleksi lelang jabatan.
“Tentu ada negoisasi terhadap mereka yang kita minta menjadi tim seleksi . Dilakukan persuratan untuk kesediaannya, tapi kita sudah ancang-ancang tim seleksi ini. Sisa menunggu kesediaannya. Setelah itu dilaporkan ke wali kota. Kalau sudah disetujui maka di-SK-kan,” jelasnya.
Sebanyak 15 orang ASN dengan jabatan eselon IIIa dan IIIb yang telah mengikuti tes wawancara baru-baru ini, belum diketahui untuk pengisian jobnya.
“Memang benar ada 15 orang pegawai eselon IIIa dan IIIb yang mengikuti tes wawancara kompetensi. Itu tidak terlepas proses evaluasi untuk mengetahui kompetensi mereka di bidang apa. Namun soal pengisian jobnya mereka, saya tidak tahu, tentu ada proses, termasuk mereka bisa ikut mendaftar seleksi terbuka pengisian jabatan eselon II nantinya,” terang Laetteng.
Dia menegaskan, proses evaluasi kompetensi pejabat terus berjalan, termasuk dilakukan assement terkait pelaksanaan seleksi terbuka atau lelang jabatan yang dilaksanakan setelah HUT Kota Parepare.
“Sesuai rencana seleksi terbuka atau lelang jabatan untuk pengisian jabatan eselon II, termasuk sekda dijadwalkan setelah HUT Kota atau akhir Februari,” ujarnya.
Menurut dia, syarat untuk menduduki jabatan sekda tentunya golongan 4c, pernah menduduki jabatan eselon II akumulasi minimal dua tahun.
“Kalau kita lihat hampir dominan semua pimpinan SKPD memenuhi syarat itu, sepanjang ikut seleksi terbuka jabatan sekda,” jelas mantan Kadis Kebersihan Kota Parepare ini.
Soal usia pejabat eselon IIB, kata Laeteng, menurut aturan satu tahun sebelum batas usia pensiun, itu masih bisa duduki posisi jabatan sekda. “Kalau kurang mi satu tahun, salah-salahki,” katanya.
Dia menyebutkan, seleksi terbuka dilakukan secara bersamaan baik jabatan eselon IIb (tingkat kepala dinas) maupun sekda, meskipun pelantikan sekda nanti dilakukan setelah pejabatnya pensiun untuk mengantisipasi kevakuman jabatan sekda.
Laetteng menambahkan, sesuai arahan walikota, bagi ASN yang telah memenuhi syarat untuk menjabat pimpinan SKPD atau sekda dipersilahkan mendaftar seleksi terbuka.
“Pak walikota mempersilahkan semua pejabatnya ikut seleksi, sepanjang telah memenuhi syarat,” tandasnya.
Sekadar diketahui ada tiga pejabat yang pensiun tahun ini sesuai TMT, yakni Sekda (Mustafa Mappangara) pada 1 Oktober, Asisten II, Plt Kadis Ketahanan Pangan, H Damilah Husaian per 1 November dan Asisten II, H Ramadhan Umasangaji per 1 Desember.
Sedangkan jabatan pimpinan SKPD atau kepala dinas (eselon II) pasca kelembagaan baru yang masih dijabat pelaksana tugas adalah Dinas Satpol PP, pejabatnya H Rusman Rahman, Dinas Penanaman Modal dan PTSP dijabat DR H Salim Sultan, Dinas Perpustakaan dijabat Hj Andi Rusia, Dinasd Ketahanan Pangang dijabat Hj Damilah Husain, Dinas Pertanian, Kelautan dan Perikanan dijabat Hj Rostina serta jabatan Direktur RSUD Andi Makkasau juga masih dijabat pelaksana tugas oleh dr Muhammad Yamin (Kadis Kesehatan Parepare).
Tak hanya pimpinan SKPD yang lowong, ada staf ahli juga lowong, sekretaris Dinas Damkar dan Keselamatan, sekretaris Dinas Pemberdayaan Perempuan, sekretaris Kecamatan Ujung dan lainnya. (parepos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top