Kades Liabalono Dinilai Kebal Hukum! – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Kades Liabalono Dinilai Kebal Hukum!

Wa Ima warga desa Liabalono kecamatan Kontunaga Muna saat memperlihatkan jalan usaha tani yang dibuat Kades Liabalono Laodekodau yang membelah lahan perkebunannya. Atas jalan itu pula Wa Ima bersama Tamrin mendapat intimidasi disertai kekerasan fisik oleh kadesnya.FOTO:Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha–Kepala Desa Liabalono, kecamatan Kontunaga, Muna, Laode Kodau, seakan kebal hukum. Pasalnya, meski telah melakukan penganiayaan terhadap warganya, Tamrin, Minggu (5/2) lalu, namun hingga kini Laode Kodau masih bebas berkeliaran.
Juru bicara korban Laode Halimudin mengisahkan, penganiayaan tersebut bermula saat Tamrin dan Wa Ima mengadukan nasib mereka ke Kades Liabalano Laode Kodau, atas pembuatan jalan usaha tani yang dikerjakan oleh Kades, dimana jalan itu membelah dua lahan perkebunan mereka. Alih-alih mendapatkan solusi dari curhatannya, justru kedua warga itu Tamrin dan Wa Ima mendapat perbuatan tidak menyenangkan dari sang Kades.
Tamrin mendapat pukulan bertubi-tubi disekujur tubuhnya, sedangkan Wa Ima mendapat dorongan disertai cacian dari Kades dan keluarganya. “Kejadiannya itu hari Minggu (5/2) sekitar jam dua. Tamrin dengan ibu ini (Wa Ima, red) datang ke rumah Kades dengan tujuan untuk mempertanyakan, kenapa kebun dan lahan mereka dikerjakan begitu saja tanpa sepengetahuan, izin dan konfirmasi kepada yang bersangkutan. Tapi ironisnya bukan sebuah jawaban ideal yang disampaikan oleh sang pemimpin desa, tetapi sebuah tindakan penganiayaan yang diterima Tamrin dan ibu ini mendapat dorongan,” beber Laode Halimidun di rumah kediaman Wa Ima desa Liabalano, kecamatan Kontunaga.
Laode Halimudin menambahkan, aksi pengeroyokan tersebut berlangsung di dalam rumah Kades. “Penganiayaan itu dilakukan oleh Kades Laode Kodau, istri Kades Wa Sarida, satu orang anak Kades dan dua orang ipar Kades di dalam rumah Kades. Saya sebagai warga berfikir ini sangat memalukan,” katanya.
Olehnya itu, ia berharap polisi dapat menahan dan memberikan hukuman terhadap Laode Kodau Cs, itu untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, karena sudah mengeroyok warganya sendiri. “Kasus ini sudah 22 hari terjadi. Maka kami berharap Kades ditahan dan diproses hukum sesuai aturan yang berlaku,” imbuhnya
Sementara itu, Kapolsek Kontunaga Iptu Muh. Ramli. M membenarkan aksi aragon yang dilakukan Kades Liabalono Laode Kodau, yang dengan teganya menganiaya warganya sendiri. “Laporannya sudah kami terima pada tanggal 6 Februari lalu. Yang dilaporkan itu pak desa, istrinya, terus Laode Ndimeti tetangga pak desa,” ucap Kapolsek Kontunaga.
Menurutnya, kasus tersebut sudah masuk ketahap penyidikan, namun kata dia, pihaknya tidak melakukan penahanan terhadapat tersangka pengeroyokan, lantaran Laode Kodau masih dianggap koperatif dalam menjalani pemeriksaan. “Jadi selama masih koperatif, saya tidak lakukan penahanan, kecuali pak desa melarikan diri, menghilangkan barang bukti, tidak sanggup memberikan keterangan kita tahan,” terangnya.
Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, Laode Kodau dikenakan pasal 351 ayat 1 dan padal 170 KUHP. “Sementara tiga nama tersangka penganiayaan. Pemeriksaan pun masih berjalan. Saksi sudah empat orang. Mungkin masih ada tambahan. Kalau pak desa jelas kena kasus penganiayaan pasal 351 ayat 1 ancaman hukuman dua tahun. Kalau bisa pasal 170. Ancaman hukuman lima tahun ke atas,” terangnya.
Terpisah, Kepala Desa Liabalano Laode Kodau saat hendak dikonfirmasi oleh media ini atas dugaan penganiayaan itu, sedang tidak berada di rumahnya. “Dia (Kades, red) keluar ke Kontunaga. Dari tadi pagi,” tandas istri Kades Liabalano, Sarida. (m1)

Click to comment

The Latest

To Top