Rampok Nyamar Jadi Kurir Pengantar Barang – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Rampok Nyamar Jadi Kurir Pengantar Barang

KOLAKAPOS, Sulut–Sitty (16), pembantu rumah tangga (PRT) di rumah warga Kelurahan Walian Lingkungan III, Kecamatan Tomohon Selatan, Kota Tomohon, Sulut, jadi korban keberingasan perampok.

Dia dianiaya hingga pingsan, uang jutaan milik majikannya dibawa kabur.

Perampokan disertai penganiayaan itu terjadi Jumat (24/02) malam. Pelakunya satu orang yang menyamar sebagai kurir pengantar barang.

Informasi dirangkum dari pihak Kepolisian, di malam kejadian korban sendirian di dalam rumah.

Tepatnya, sekira pukul 18.30 wita, seorang lelaki dari depan rumah tempat ia bekerja teriak sambil mengatakan jika dirinya mengantar barang yang dipesan majikan korban.

Mendengar teriakan tersebut, korban membuka pintu rumah. Di sana, ia bertatapan dengan lekaki yang tidak dikenalnya.

Pelaku kemudian memberikan bungkusan. Tanpa rasa curiga, korban mengambil bungkusan itu dari tangan pelaku.

Namun, saat ia hendak menutup kembali pintu rumah, lelaki tersebut mendorong korban lalu mengunci pintu dari dalam rumah.

Merasa dirinya terancam, korban teriak minta tolong. Tapi, pelaku dengan cepat mencekik leher dan membekap mulut korban dengan tangan.

Tak hanya sampai di situ, pelaku mengambil tali lalu mengikat tangan, kaki serta leher korban.

Melihat mangsanya sudah tidak berdaya, lelaki itu berusaha memperkosa korban.

Namun, korban terus memberikan perlawanan. Takut aksinya dipergoki orang, pelaku mengambil batu bata lalu memukul kepala dan wajah korban berulang kali hingga pingsan.

Akibat kejadian ini, korban mengalami luka di kepala, tangan, punggung serta pipi. Tak hanya itu, korban juga kehilangan uang sebesar Rp 1,7 juta.

Korban selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Gunung Maria Tomohon untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kapolres Tomohon, AKBP Monang Simanjuntak, ketika dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas, Ipda Johnny Kreysen, tak menampik adanya kejadian tersebut.

“Pihak korban sudah membuat laporan resmi. Dan, kasusnya sedang didalami pihak Reskrim,” jelasnya.

Kreysen mengimbau, masyarakat Kota Tomohon agar lebih berhati-hati. Kejadian yang menimpa korban menjadi pembelajaran bagi kita.

“Kejadian seperti ini adalah modus para pelaku kejahatan untuk melakukan aksinya, seperti pencurian atau perampokan,” ujarnya. (PM/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top