Polisi Kena Lempar Bom Ikan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Polisi Kena Lempar Bom Ikan

KOLAKAPOS, Mojokerto–Paha kiri Aipda Mukiyi mengalami luka parah karena dilempar bom ikan rakitan. Itu terjadi saat adu tembak dan lempar bom bondet yang melibatkan anggota Satreskrim Polres Mojokerto dengan tiga orang jaringan bandit asal Pasuruan terjadi di Jalan Raya Pungging, Kabupaten Mojokerto, kemarin dini hari. Paha kirinya terkena lemparan tiga pelaku saat terlibat saling kejar.

Hingga kemarin sore, Kanitresmob Polres Mojokerto tersebut menjalani perawatan intensif di RS Pusdik Brimob Watukosek, Gempol, Pasuruan.

Sementara itu, satu di antara tiga bandit lainnya diketahui mengalami luka tembak pada kaki kiri.

Pelaku bernama Faisol Abdulloh alias Sohib, 35, warga Desa Sapulante, Kecamatan Paserpam, Kabupaten Pasuruan.

Dari penangkapan pelaku di jalan raya Desa Sekargadung, Kecamatan Pungging, sebilah parang dan motor Honda Scoopy nopol W 3123 ETT ditemukan.

Kondisi pelaku tergeletak di jalan dan pingsan.
Polisi masih memburu dua kelompok bandit lainnya yang lari.

Mereka kabur setelah melempar bom bondet ke arah Mukiyi.

Kasatreskrim Polres Mojokerto AKP Budi Santoso mengungkapkan, korban dilempari bom hingga lima kali.

“Nah, pada lemparan yang terakhir, itu mengenai anggota kami,” imbuh Budi.

Lemparan pertama dilakukan di Dusun/Lolawang, Kecamatan Ngoro. Satu bom bondet yang terbuat dari kaleng susu dilemparkan ke arah korban.

Untung, korban berhasil menghindar. Selanjutnya, korban yang terus melakukan pengejaran hingga Dusun Sumberbendo, Desa Lolawang, Kecamatan Ngoro, kembali dilempari bom yang sama.

“Lagi-lagi korban berhasil menghindar,” ucap Budi.

Tidak puas sampai di situ, karena lemparannya terus meleset, pelaku kemudian melemparkan satu bondet lagi saat memasuki Desa Wonokerto, Kecamatan Pungging, dan kembali gagal.

Termasuk pada lemparan keempat di depan SMPN 1 Pungging. Hingga akhirnya, pada lemparan kelima di lokasi yang sama, bom bondet tersebut mengenai paha kiri korban.

“Saat itu korban memang sempat mengira bondet pelaku sudah habis. Tapi, nyatanya, bondet yang dilemparkan itu mengenai anggota kami,” katanya.

Dalam kondisi terancam, korban terpaksa melepaskan tembakan ke arah pelaku.

Satu di antara tiga pelaku, yaitu Sohib, berhasil dilumpuhkan.

Dia membawa KTP bernama Faisol Abdulloh. Satu tembakan tersebut mengenai betis kanannya.

Menurut Budi, kendati dalam kondisi tertembak, Sohib sempat kabur bersama dua temannya.

“Baru pada paginya, di parit di depan SMPN 1 Pungging, pelaku kami temukan. Kondisinya tengkurap dan tidak sadar,” tuturnya.

Sementara itu, ledakan bom tersebut membuat korban merintih kesakitan dan meminta pertolongan warga.

Hingga akhirnya, Mukiyi dilarikan ke UGD RSUD Prof Dr Soekandar Mojosari.

Dari tangan Sohib, petugas mengamankan beberapa barang bukti.

Misalnya, sebilah parang, lima kunci T, jimat, sepeda motor Scoopy, dan empat serpihan bondet.

“Dua pelaku yang kabur masih dikejar,” ucap Budi.

Dari hasil pemeriksaan, pelaku merupakan pemain lama yang biasa beraksi di wilayah Mojokerto.

Di antaranya, melakukan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) dan pencurian dengan pemberatan (curat).

“Pelaku tidak segan melukai para korban,” tegasnya.

Budi mengungkapkan, saat ini pihaknya bekerja sama dengan Resmob Polda Jatim dan Polres Pasuruan untuk mengejar dua pelaku lainnya.
“Anjing pelacak kami kerahkan agar keberadaan pelaku bisa cepat terungkap,” katanya. (ori/ris/c24/diq/jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top