Kalah di Pilkara, Jadi Penasihat Tanpa Honor – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Kalah di Pilkara, Jadi Penasihat Tanpa Honor

Net/ILustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Usai sudah pemilihan ketua rukun warga dan rukun tetangga (pilkara) serentak tingkat Kota Makassar. Pesta demokrasi di level terdepan pemerintahan ini berlangsung aman dan lancar.
Siapa yang menang dan kalah telah diketahui. Pemimpin di 988 rukun warga (RW) dan 4.981 rukun tetangga (RT) akhirnya terpilih. Ada yang berhasil duduk kembali (oppo). Tapi banyak pula wajah baru.
Perhelatan akbar ini dipantau langsung Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto. Ia mengunjungi sejumlah tempat pemungutan suara (TPS), usai menyalurkan hak suaranya di TPS RW 01 di Jalan Amirullah, Kelurahan Maricayya Selatan, Kecamatan Mamajang. Tepatnya di Baruga Habibie Nurul Al-Aqsha.
Wali kota yang karib disapa Danny ini didampingi istrinya Indira Jusuf Ismail, Kepala BPKA Erwin Syafruddin Haiyya serta Kabag Humas Firman H Pagarra.
Di TPS yang berada tak jauh dari kediaman pribadinya, Danny tampak menggandeng istrinya ketika masuk. Mereka disambut penjemput tamu yang mengenakan baju adat. Kesenian tradisional gandrang bulo ikut menyemarakkan prosesi penyambutan.
Di dalam baruga, Danny tak langsung duduk. Ia menemui para calon ketua RT dan RW yang telah berdiri menyambutnya. Tanpa sungkan, wali kota langsung memeluk mereka semuanya.
Selanjutnya, Danny duduk di kursi yang telah disiapkan. Kira-kira lima menit kemudian namanya dipanggil untuk mengambil kertas suara. Selanjutnya mencoblos salah satu nama calon ketua RT dan RW di kertas suara. Kertas yang telah dilobangi itu kemudian dimasukkan ke dalam kotak suara. Mencelupkan salah satu jari ke tinta menjadi rangkaian akhir Danny sebagai warga ambil bagian dalam pilkara.
Kepada wartawan yang disaksikan masyarakat setempat, dia kembali kembali menegaskan bahwa tidak ada calon yang gagal dalam pilkara serentak ini. Sebab, calon yang tidak terpilih tetap akan diakomodir di pemerintahan.
Mereka dijadikan sebagai penasihat wali kota untuk tingkat RT dan RW. Terutama bagi tokoh yang memang ingin mendedikasikan dirinya untuk Makassar. Hanya saja, pemerintah kota belum menyediakan honor bagi para penasihat itu.
”Calon ketua RT dan RW yang tidak terpilih, akan mendapat SK menjadi penasihat wali kota untuk tingkat RT dan RW. Kalau honornya belum ada. Karena tujuan mereka bekerja bukan untuk honor. Melainkan sebagai dedikasi,” ujarnya.
Menurut Danny, pesta demokrasi di Kota Makassar ini sangat besar dan merupakan yang pertama kalinya di Indonesia. Karena itu, pilkara serentak diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya masyarakat untuk menjadi pemimpin di wilayah untuk Makassar yang lebih baik.
Usai mencoblos, Danny dan rombongan berkunjung ke Jalan Tidung Mariolo. Tepatnya di TPS RW 02, Kecamatan Rappocini. Juga di RW 02 Kelurahan Banta-bantaeng, Kecamatan Rappocini. Serta RW 02 Kelurahan Pai, Kecamatan Biringkanaya. Termasuk TPS RW 06, Kelurahan Borong, Kecamatan Manggala.
Camat Biringkanaya Andi Syahrum Makkuradde, menyebut pihaknya mengalokasikan anggaran khususnya untuk pelaksanaan pilkara. Dana tersebut dipakai untuk honor panitia, makanan serta baju bagi calon ketua RT dan RW terpilih.
”Saya tidak hafal berapa pastinya anggaran yang disiapkan. Yang jelas, satu orang panitia, baik tingkat RW maupun kelurahan kita kasih honor Rp250 ribu. Itu nilainya masih kotor karena belum dipotong pajak,” ujarnya di sela-sela menerima kunjungan wali kota memantau pelaksanaan pilkara.
Di wilayah Biringkanaya, ada 107 TPS yang didirikan. Aparat TNI dan polri dilibatkan untuk membantu pengamanan.
Pelaksanaan pilkara juga dipantau anggota DPRD Kota Makassar. Salah satunya Hamzah Hamid, sekretaris komisi D. Ia mendatangi beberapa lokasi pemilihan di Kecamatan Manggala.
”Saya memantau beberapa lokasi untuk mengetahui kendala yang ditemui masyarakat. Juga untuk melihat sejauh mana tingkat partisipasi dalam pemilihan,” kata Hamzah Hamid, kemarin.
Dari kunjungannya di lapangan, Hamzah mendapati masih adanya warga yang bingung dengan tata cara pemilihan. Termasuk kemungkinan dimanfaatkannya kesempatan ini untuk mengegolkan calon tertentu dengan cara-cara yang curang. ”Jadi panitia harus betul-betul teliti untuk mengantisipasi kecurangan,” ujarnya.
Pemantauan serupa juga dilakukan anggota komisi D Lisdayanti Sabri. Di lapangan, ia menemukan masih banyak pemilih yang bingung dengan mekanisme pemilihan.
Legislator Fraksi Gerindra ini menemukan ada warga yang sudah mencoblos, lalu KK yang dibawa ke panitia dititipkan ke saudaranya atau ke anaknya lagi lalu memilih. Itu fatal akibatnya.
“Ini seharusnya tidak BOLEH terjadi. Karena itu kita berharap panitia pemilihan agar meminta surat kuasa jika diwakili, dan mengumpulkan seluruh foto copi KK yang memiliki hak suara,” sarannya.
Ia juga telah menghimbau kepada panitia untuk mengharuskan para calon membuat surat pernyataan siap kalah siap menang.
Legislator Partai Nasdem Mario David, menegaskan jika ada calon ketua yang melanggar dan berbuat kecurangan agar segera diberi sanksi.
Ia juga menyoroti keterlibatan unsur Polri yang menjadi calon ketua dalam pilkara. Seharusnya mereka netral. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top