Syahrul: Harga Komunitas Harus Dikendalikan – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Syahrul: Harga Komunitas Harus Dikendalikan

KOLAKAPOS, Makassar–Pemerintah berusaha menerapkan berbagai strategi untuk menstabilkan harga komoditas di Indonesia. Salah satunya seperti yang dilakukan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Dia menetapkan harga eceran tertinggi (HET) untuk sejumlah komoditas strategis di Indonesia untuk menstabilkan harga.
Menanggapi hal itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan, jika selama ini, Pemprov Sulsel terus melakukan pengendalian harga jika ada kenaikan harga komoditas strategis.
“Tentu yang menjadi perhatian kami adalah komoditas dan kebutuhan lokal. Tugas kami kan memang harus menjaga keseimbangan harga. Tapi, petani juga harus dapat untung tentunya,” seru Syahrul.
Terkait intervensi harga, Syahrul menegaskan, itu akan dilakukan jika ada harga sudah melampaui batas dan sangat berlebihan, sehingga warga berteriak jika harga mencekik.
” Jika ada HET yang ditetapkan pemerintah pusat, tentu kami juga akan membicarakan bersama semua stakeholder yang ada. Karena HET itu tentunya akan jadi pedoman,” lanjut Syahrul.
Ia bahkan menegaskan, jika Sulsel selama ini, setinggi apa pun kenaikan harga kebutuhan pokoknya, masih selalu di bawah harga dari aerah lain.
“Intinya yang penting tidak merugikan petani dan harga tidak terlalu merugikan petani. Intervensi baru akan kami lakukan jika memang distribusi tidak lancar,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Hadi Basalama menyebutkan, memang ada sembilan komoditas yang ditetapkan dan sedang dipersiapkan petunjuk teknis dan petunjuk pelaksanaannya, sehigga sekarang dalam proses sosialisasi ke masyarakat.
“Jadi memang nanti ada ambang harga teratas dan terendah. Yang ada sekarang, bagaimana bisa mengendalikan harga mulai dari produksi, distribusi hingga ke pasar agar tidak terjadi disparitas harga,” pungkas Hadi.
Saat ini, sejumlah harga komoditas di Sulsel masih mengalami kenaikan. Seperti gula pasir naik mencapai Rp13.821 per kilogram (kg), minyak goreng curah naik menjadi Rp12.500 per kg.
Kenaikan paling tinggi terjadi pada cabai rawit merah. Harga tertinggi di Kabupaten Selayar Rp120 ribu per kilogram, terendah di Kepulauan Selayar Rp40 ribu. (bkm/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top