IPM Sulbar Masih di Bawah Rata-rata – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

IPM Sulbar Masih di Bawah Rata-rata

KOLAKAPOS, Mamuju–Beberapa waktu lalu, BKKBN Sulbar telah meluncurkan suatu program yang diberi nama Kampung KB. Kampung KB ini diharapkan bisa dilaksanakan di seluruh wilayah di Sulbar.
Plt Gubernur Sulbar, Carlo B Tewu menyampaikan hal tersebut pada acara rapat koordinasi daerah (Rakorda) program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPKP) sekaligus penandatanganan naskah kerjasama yang berlangsung di Hotel D’Maleo Mamuju.
Pada kesempatan tersebut, Carlo mengemukakan, sesuai laporan Kepala BKKBN Sulbar, Andi Rita Mariani, target capaian peserta KB aktif Sulbar telah mencapai 55,1 persen. Jumlah tersebut melampaui target dari persentase KB aktif sebesar 48,1 persen.
Namun, skala nasional pengguna KB aktif di atas 50 persen. Bahkan sampai 60 persen ‘Hal tersebut merupakan tantangan bagi penggiat BKKBN Sulawesi Barat. Dalam kurun waktu 12 tahun, Sulbar memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih di bawah rata-rata. Kegiatan ini merupakan salah satu program penunjang indeks pembangunan manusia Sulbar ke depan.
Tak hanya itu, diharapkan melalui Rakorda tersebut dapat lebih meningkatkan koordinasi keterpaduan, komitmen, dan dukungan Pemprov, Pemkab, maupun seluruh mitra kerja dan para pemangku kepentingan dalam menerapkan berbagai kebijakan dan strategi program kependudukan. Ia juga menyarankan kepada para penggiat BKKBN, segera melakukan inovasi dan menciptakan daya kreatif tinggi sesuai harapan pemerintah pusat.
Kepala Pusdiklat BKKBN RI, Eli Kusnaeli dalam sambutannya mengatakan, Rakorda merupakan tindak lanjut dari rapat koordinasi nasional (Rakornas) program KKBPK tahun 2017. Sekaitan itu, maka penyelenggara Rakorda diharapkan dapat meningkatkan dukungan komitmen, koordinasi, integrasi dan sinergitas antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, para pemangku kepentingan dan mitra kerja dalam penerapan kebijakan dan srategi program KKBPK diseluruh tingkatan wilayah Indonesia, terutama di wilayah yang tingkat capaian proram KKBPK-nya belum optimal.
Program BKKBN mendapat mandat dalam mewujudkan sembilan agenda proritas pembangunan (nawacita) pemerintahan Jokowi-JK tahun 2015 sampai 2019. Program tersebut mendukung cita ke-3, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan melalui program Kampung KB yang lebih memprioritaskan wilayah kriteria daerah miskin, padat penduduk, wilayah nelayan, wilayah kumuh perkotaan, daerah tertinggal dan wilayah perbatasan agar penduduk yang berada di wilayah tersebut dapat merasakan manfaat program KKBPK secara langsung.
Kepala Perwakilan BKKBN Sulbar, Andi Rita Mariani, melaporkan, Rakorda adalah kegiatan tahunan yang diselenggarakan perwakilan BKKBN Provinsi Sulawesi Barat sebagai tindak lanjut pelaksanaan rapat koordinasi nasional pogram KKBPK yang dilaksakan pada 6-8 Februari 2017 di Jakarta. Tujuannya, meningkatkan komitmen dan dukungan pemerintah daerah serta mitra kerja dalam pelaksanaan program KKBPK.
Rapat koordinasi tersebut diikuti sebanyak 50 orang peserta terdiri dari OPD KB provinsi dan kabupaten, mitra kerja baik dari IBI, IDI, FAPSEDU, P2KS, IPKB. ”Diharapkan hasil dari Rakorda ini melahirkan rumusan yang dapat ditindaklanjuti baik ditingkat kabupaten maupun provinsi,” ungkap Rita
Kegiatan yang berlangsung mulai dari 20 sampai 23 Februari 2017 ini, turut dihadiri Plt Gubernur Sulawesi Barat, Carlo B Tewu, Kapolda Sulbar, Brigjen Pol Nandang, Danrem 142 Tatag, Tandyo Budi, Wakapolda, Tajuddin, Kepala Pusdiklat BKKBN RI, Eli Kusnaeli, Kepala BKKBN se Sulbar, Rektor Universitas Tomakaka, Syahrir dan undangan lainnya. (bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top