Bobol ATM RP 500 Juta – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Bobol ATM RP 500 Juta

KOLAKAPOS, Banyawangi–Tim Resmob Polres Banyuwangi, Jawa Timur tidak membutuhkan waktu lama untuk meringkus Fiqi Taufiqurrohman, 23.

Fiqi adalah pelaku pembobolan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) BRI di Rumah Sakit (RS) Yasmin.

Seperti kecurigaan awal, pelaku pembobolan disebut-sebut melibatkan orang dalam vendor pengisian ATM.

Dia adalah warga Jalan KH Harun, Kelurahan Tukang Kayu, Banyuwangi.

Sehari-hari, Fiqi merupakan salah seorang karyawan PT Swadharma Sarana Informatika (SSI) selaku vendor pengisian ATM.

Fiqi, yang sudah ditetapkan sebagai tersangka, merupakan satu di antara delapan saksi yang sebelumnya dikorek keterangannya oleh penyidik.

Kecurigaan polisi sejak awal memang mengarah kepada Fiqi. Kala itu polisi memeriksa Fiqi secara intensif.

Kasatreskrim Polres Banyuwangi AKP Dewa Putu Prima Yogantara menjelaskan, berdasar hasil pemeriksaan, pelaku adalah orang yang dicurigai dalam rekaman CCTV.
”Dia memang sengaja menggunakan jas hujan dan payung saat masuk di ATM BRI RS Yasmin sekitar pukul 01.00 meski kondisi cuaca sedang tidak hujan. Aksi itu dia lakukan untuk menutupi identitasnya dari rekaman CCTV,” ungkap suami artis sinetron Kadek Devi tersebut.

Dewa Yoga menambahkan, pelaku beraksi seorang diri dengan menggunakan sepeda motor Honda Beat.

Setelah beraksi, dia langsung mengambil uang beserta brankasnya untuk dibawa ke rumahnya.

Nah, setelah uang disimpan, dia membuang beberapa brankas (koper karet) di Sungai Kali Lo, Kelurahan Kepatihan.

”Ketika kita interograsi, yang bersangkutan mengakui telah melakukan pembobolan ATM,” kata Dewa Yoga.

Pengakuan Fiqi langsung ditindaklanjuti anggota resmob wilayah utara pimpinan Aiptu Budi.

Sejumlah anggota resmob langsung menyisir Sungai Kali Lo hingga ke muara sungai di dekat pantai.

Alhasil, setelah melakukan penyisiran hingga penyelaman, petugas mendapatkan brankas tersebut di sungai, tepat di bawah jembatan Kali Lo timur kantor BPN Banyuwangi.
Sayang, temuan brankas berbahan fiber tersebut tidak disertai barang bukti uang yang dicuri pelaku.

Selain brankas itu, petugas lebih dulu mengamankan barang bukti lain berupa satu unit sepeda motor Honda Beat milik pelaku.

”Brankas sudah dalam keadaan kosong. Kami masih terus memburu barang bukti lain atas kasus ini,” jelasnya saat ditemui di Polres Banyuwangi kemarin.

Dewa Yoga menambahkan, uang hasil pembobolan tersangka itu tidak berada di Banyuwangi, tetapi di luar kota, yakni di Bogor.

Berdasar hasil pemeriksaan, uang pelaku dititipkan di rumah mertuanya di wilayah Jawa Barat tersebut.

Atas perbuatan tersangka, polisi menjerat Fiqi dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan.

Saat ini yang bersangkutan mendekam di sel tahanan Polres Banyuwangi.

”Selang sehari setelah membobol, pelaku pergi ke Bogor untuk menitipkan uang itu,” bebernya.
Jawa Pos Radar Banyuwangi berusaha mengumpulkan jati diri tentang Fiqi.

Pemuda yang tinggal di Tukang Kayu itu ternyata memang mahir dalam bidang teknologi informasi.

Ternyata, selama di PT SSI, yang bersangkutan juga bekerja sebagai monitoring system di sebuah bank ternama.

Kemampuan dalam bidang TI itu ternyata disalahgunakan Fiqi untuk membobol ATM BRI di RS Yasmin.

Sebagaimana diketahui, mesin ATM BRI di area Rumah Sakit (RS) Yasmin, Jalan Letkol Istiqlah, dibobol maling.

Akibat kejadian itu, uang tunai di dalam ATM senilai lebih dari Rp 500 juta raib.

Saat polisi melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), tidak ditemukan kerusakan sedikit pun pada mesin ATM. (tfs/aif/c19/diq/jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top