Tak Terima Difitnah, Pemuda Bacok Teman Sendiri – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Tak Terima Difitnah, Pemuda Bacok Teman Sendiri

Kompol David Priyo Prasojo menunjukkan golok yang dipakai Caesar Risky Priambodo membacok kepala Ardiyan hingga berdarah. Foto: YUAN ABADI/RADAR SURABAYA

KOLAKAPOS, Surabaya–Caesar Risky Priambodo, 21, tak mampu mengendalikan emosi ketika dirinya menjadi buah bibir orang sekampung gara-gara difitnah.

Pemuda warga Jalan Pacar Keling I/9 Surabaya ini pun lantas mencari orang yang memfitnahnya untuk membuat perhitungan.

Ternyata, orang itu adalah Ardiyan Bagus Saputra, 21, yang tidak lain adalah temannya sendiri yang juga masih tetangga.

Tak banyak basi-basi, setelah mengetahui itu, Caesar langsung menebas kepala pemuda warga Jalan Pacar Kembang I/8 D Surabaya itu dengan menggunakan sebilah golok yang sudah cuil di ujungnya.

Kapolsek Tambaksari, Komisaris Polisi (Kompol) David Priyo Prasojo menjelaskan bahwa kasus pembacokan tersebut berawal saat Caesar tidak tahan dengan gunjingan warga di kampungnya.

Yang menjadi bahan gunjingan adalah Caesar disebutkan sering gonta-ganti pasangan dan selalu meniduri setiap pacarnya.

Gunjingan itu tentu membuat pemuda ini naik darah dan mencari siapa penyebar fitnah tersebut.

“Ternyata setelah tersangka melakukan penyelidikan sendiri dengan bertanya ke sejumlah temannya, dia memperoleh informasi jika orang yang menyebarkan fitnah itu adalah korban (Ardiyan Bagus Saputra, Red),” ungkap Kompol David Priyo.

Setelah mengetahui penyebar fitnah itu adalah temannya, Caesar semakin tidak bisa menahan emosi.

Dia pun mencari korban di rumahnya sambil menghunus sebilah golok.

Namun saat itu, korban tidak ada di rumahnya. Melainkan di sebuah warung giras di Jalan Menur.

“Tersangka lantas menghampiri korban, dan tanpa basa-basi langsung membacok korban dengan golok yang dibawanya. Pembacokan dilakukan sebanyak empat kali dan semuanya mengenai kepala korban,” lanjut David.

Melihat serangan Caesar yang membabi buta, korban melarikan diri meminta pertolongan kepada warga sekitar sambil memegangi kepalanya yang berdarah.

Warga pun berdatangan dan menolong korban. Sementara usai membacok, tersangka kabur.

Setelah itu, korban mendatangi Polsek Tambaksari untuk melaporkan kasus ini.

“Tidak sulit untuk menangkap tersangka karena kebetulan korban juga mengenal baik pelaku. Tersangka kami amankan di rumahnya bersama barang bukti sebilah golok yang digunakan untuk membacok korban,” urai David.

Sementara itu kepada polisi, Caesar mengaku nekat membacok lantaran sakit hati pada perbuatan korban.

Sebab, duda ini difitnah jika selalu meniduri setiap perempuan yang ia pacari. Hal ini membuatanya malu dan sakit hati.

“Apalagi saat itu saya jadi omongan banyak orang, saya malu. Makanya, saya buat perhitungan dengan dia,” jelasnya sambil terus menundukkan kepala. (jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top