Jangan Gegabah Pilih Dirut Pertamina Yang Baru – KOLAKA POS

KOLAKA POS

EKOBIS

Jangan Gegabah Pilih Dirut Pertamina Yang Baru

KOLAKAPOS, Jakarta–Pemerintah dinilai tidak perlu tergesa-gesa dan kejar tayang mengisi posisi Direktur Utama Pertamina yang baru, setelah sebelumnya mencopot Dwi Soetjipto dan Ahmad Bambang dari posisi Dirut dan Wakil Dirut Pertamina.

Pemerintah menurut pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng, sebaiknya terlebih dahulu menjelaskan alasan pencopotan Dwi dan penghapusan posisi wakil dirut, sehingga tidak menimbulkan berbagai isu yang pada akhirnya tidak menguntungkan bagi pemerintah.

“Sebaiknya jelaskan dulu alasan pencopotan. Saya kira Pertamina untuk dua atau tiga bulan ke depan juga tetap bisa berjalan seperti biasa. Karena punya acuan dan sistem yang bisa berjalan, tanpa harus dikomandoi sepenuhnya oleh seorang dirut. Jadi tidak buru-buru diangkat dirut yang baru,” ujar pengamat ekonomi dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Salamuddin Daeng di Jakarta, Kamis (23/2).

Selain itu, Salamuddin juga menilai, pemerintah penting menjelaskan pada masyarakat, hasil keputusan Dewan Komisaris Pertamina terkait permasalahan internal yang ada di perusahaan plat merah tersebut. Apakah benar pencopotan Dwi dan penghapusan jabatan wakil dirut karena alasan yang rasional.

“Hal ini juga penting, sehingga pergantian dirut nantinya dapat berlangsung secara elegan, tidak menghadirkan konflik baru di dalam Pertamina. Kemudian pemerintah juga harus melakukan seleksi yang baik terhadap dirut yang baru. Pertamina membutuhkan pemimpin yang visioner dan mengerti benar perkembangan situasi global, geopolitik, keadaan bangsa dan negara,” ucap Salamuddin.

Menurut Salamuddin, sosok Dirut Pertamina yang baru harus dapat dipastikan memiliki rekam jejak yang bersih. Bebas dari kepentingan kelompok tertentu dan mampu mendongkrak perolehan laba Pertamina.

“Tidak cukup hanya mengandalkan dari pendapatan sektor hulu semata. Apalagi dewasa ini, harga minyak sedang mengalami pelemahan. Perusahaan minyak nasional sangat sulit untuk mendapatkan keuntungan dari usaha hulu. Saya kira pelemahan harga minyak ini akan berlangsung lama dan dalam jangka panjang,” pungkas Salamuddin.(gir/jpnn)

Click to comment

The Latest

To Top