Jelang Ujian Nasional Guru Datangi Rumah Siswa – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Jelang Ujian Nasional Guru Datangi Rumah Siswa

KOLAKAPOS, Parepare–Memaksimalkan layanan pendidikan kepada masyarakat sesuai dengan pengelolaan dan penyelenggaraan pendidikan, SMPN 8 Parepare yang berada di Jalan Wekke’e menyebar guru-gurunya untuk memberikan materi pelajaran ujian nasional di rumah-rumah siswa. Kegiatan yang mendapat respons positif dari orang tua ini dilaksanakan pada sore hari dengan sebaran rumah siswa mulai dari Jalan Abu Bakar Lambogo, Jalan Ahmad Yani, Perumnas, Pude’e, Allekaluku’e, Galung Maloang sampai Lompoe.
Seperti yang diungkapkan oleh orang tua siswa Nurmayanti di Lompoe Mas bahwa selain cara belajar yang aktif, juga anak-anak tampak santai dan tidak tegang saat belajar. “Suasananya terasa kekeluargaan dengan bapak dan ibu guru yang familier dalam mengajar walaupun hanya belajar dengan menggelar karpet di lantai,” ungkap ibu Nurmayanti yang nampak bahagia melihat anaknya belajar bersama teman-teman kelompoknya dengan dipandu seorang guru.
“Pendidikan itu sangat dinamis dan berkembang cepat sejalan dengan ekspektasi masyarakat untuk mendapatkan layanan pendidikan yang terbaik bagi anak-anaknya. Kami mencoba untuk mengubah cara belajar tambahan di sore hari yang konvensional di kelas dengan mendekatkan sekolah ke rumah-rumah siswa,” ungkap Kepala SMPN 8 Tri Astoto SPd MPd yang dihubungi melalui telepon, kemarin. “Prinsipnya kami ingin mendekatkan diri ke masyarakat dan sekaligus mengajak para orang tua untuk bersama-sama memajukan dan memikirkan bagaimana model pendidikan yang baik. Jadi guru-guru SMPN 8 mendatangi rumah siswa tiga kali dalam seminggu untuk menjadi tutor dalam kelompok belajar (Pokjar) yang tersebar di beberapa tempat. Bukan hanya memberikan materi, tetapi guru-guru juga diminta bersilaturrahmi dengan orang tua siswa dan sekaligus menampung keluhan-keluhan orang tua tentang sekolah anaknya di SMPN 8,” lanjut Tri Astoto.
Sedangkan beberapa guru yang memberikan belajar tambahan ke rumah-rumah siswa merasakan bahwa model belajar seperti ini lebih mudah siswa memahami, karena kondisi belajarnya yang lebih terbuka dan bersuasana kekelurgaan. “Dibanding model klasikal di kelas, cara belajar lesehan dengan suasana santai membuat anak-anak lebih banyak yang berani memberikan pendapat serta berargumentasi untuk materi yang belum dipahami,” kata Muhammad Nur yang tahun lalu baru saja menyelesaikan S2-nya di Universitas Negeri Yogya ini.
Di sisi lain para siswa juga nampak antusias mengikuti belajar di rumah-rumah temannya. “Terasa enjoy dengan belajar begini. Apalagi ada hidangan pisang goreng. Jadi belajar sambil makan pisang goreng juga tidak apa-apa sebab terasa lebih mudah dipahami dengan suasana tidak tegang seperti di kelas,” ucap Lucky dengan tersenyum. (parepos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top