Anak di Bawah Umur Dijual Temannya – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Anak di Bawah Umur Dijual Temannya

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Riau–Sungguh sangat memprihatinkan, kasus eksploitasi anak di bawah umur kembali terjadi di Kota Pekanbaru. Hal itu terjadi kepada seorang bocah berinisial FF yang masih berusia 13 tahun warga Jalan Nelayan, Kecamatan Rumbai Pesisir.

Informasi yang dirangkum, kasus tersebut dilaporkan orangtua korban berinisial Z (30) ke Polresta Pekanbaru, Senin (20/2) sekitar pukul 10.45 WIB.

Terungkapnya kasus eksploitasi anak di bawah umur itu ketika korban sudah dua pekan menghilang dari rumahnya.

Orangtua korban yang merasa kehilangan, akhirnya menemukan korban, Sabtu (4/2) lalu di kawasan Kampung Dalam, Kecamatan Senapelan.

Setelah mendapatkan anaknya saat itu orangtua korban langsung membawa pulang ke rumahnya.

Alangkah kagetnya setibanya di rumah, korban mengaku telah dijual oleh temannya berinisial Na. Na merupakan bocah 15 tahun. Dia diduga telah menjual korban kepada pria hidung belang atau om-om.

Bahkan, pengakuan korban kepada ibunya, ia diajak menginap ke salah satu hotel yang terletak di kawasan Jalan Kuantan, Kecamatan Limapuluh.

Bukan hanya itu, korban juga mengaku bahwa ia telah melakukan hubungan layak suami-istri sebanyak dua kali dengan om-om tersebut.

Setelah mendapatkan informasi tersebut, orangtua korban langsung melaporkan kasus ini ke Mapolresta Pekanbaru. Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Susanto dikonfirmasi, Selasa (21/2) melalui Kasubag Humas Polresta Pekanbaru Ipda Dodi mengatakan, kasus dugaan eksploitasi anak di bawah umur itu masih dalam penyelidikan pihaknya.

“Peristiwa ini benar terjadi, laporannya sudah kami terima. saat ini masih dalam proses,” jelasnya.

Sementara itu, Sontak, anggota Komisi III DPRD Kota Pekanbaru Marlis Kasim (MK) kaget ketika mendapat informasi dari laporan kepolisian, bahwa ada anak usia 15 tahun menjual temannya usia 13 tahun.

‘’Apa… Anak-anak jual anak-anak, ini baru saya dengar terjadi di Pekanbaru ini,’’ kata MK kaget.

Terhadap kasus ini, di mana anak di bawah umur berani menjual temannya kepada om-om, harus dilakukan penyelidikan secara mendalam dan tuntas. ‘’Kalau memang ada laporan, proses keduanya, penjual dan penikmat (om-om, red) harus ditangkap, ini sudah sangat luar biasa,’’ jelasnya.

MK mengaku prihatin dengan kasus ini. Ia menilai ini dampak orang tua kurang perhatian kepada anaknya, apalagi anak perempuan. Seharusnya, katanya, orangtua itu harus ekstra ketat mengawasi anaknya, apalagi anak perempuan.

Ditambah lagi usianya masih di bawah 15 tahun. Menurut MK, penyebabnya dari kasus ini, adalah pengaruh dunia teknologi, berupa gadget, lalu pengaruh teman-teman, kenakalan remaja, dan bisa jadi narkoba.

Tidak hanya itu, penyebab lain, bisa jadi kata MK, keinginan anak tidak bisa dipenuhi oleh orangtua. Seperti ketika meminta handphone android yang bisa melihat segalanya. Sementara teman-temannya punya, orang tua tak mampu beli. Jadi anak mengambil jalan pintas, melakukan hal-hal yang tidak wajar, seperti yang terjadi ini.

Untuk itu, MK menegaskan, orangtuanya yang harus bertanggungjawab. Karena bisa jadi pendidikan agama kurang diberikan, dan tidak ditanamkan kepada anaknya.

‘’Selalu lakukan komunikasi terhadap, baik saat di rumah, maupun saat pulang dari sekolah. Apapun yang dibawa pulang, tanyakan darimana dan dari siapa, jangan acuh sama anak, ‘’ sebut MK.

Menurut MK, kepedulian dan kontrol orangtua terhadap anak juga menjadi penyebab anaknya nakal.

Selain itu, MK juga menyarankan, terhadap anak perlu juga disampaikan soal pendidikan seks. untuk mereka paham. ‘’Apalagi anak-anak perempuan memasuki puber pertama. Jika tidak diarahkan maka akan kebabalasan. Bimbingan orangtua sangat diharapkan,’’ tambahnya.

Disebutkan MK, kasus ini luar biasa. Untuk itu diminta supa pelaku penjualan orang, dalam hal ini anak di bawah umur ini harus dicari sampai dapat. Begitu juga dengan om-om penikmatnya. ‘’Proses sesuai hukum yang berlaku,’’ tukasnya.(riapos)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top