Tepis 5D Melalui 3R – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

DRPD KONAWE

Tepis 5D Melalui 3R

KOLAKA POS, Unaaha —Meningkatkan kinerja anggota dewan dan menepis isu kurang baik, merupakan hal yang lazim di dalam suatu birokrasi, kritikan dan saran adalah salah satu contoh bukti kekurang puasan masyarakat akan kerja selama ini. Terlebih persepsi masyarakat yang menganggap dewan hanya tahu 5D (Datang,Diam, Dengar, Duduk dan Duit) merupakan pukulan telak yang diterima para anggota dewan saat ini.
Untuk merubah menset dan menepis persepsi tersebut, perlu ada formula tersendiri yang harus dilakukan DPRD, hal ini agar kepuasan masyarakat akan kerja dewan dapat di rasakan manfaatnya. Tentu untuk merubah semua itu diperlukan waktu untuk merubahnya, oleh karena itu gagasan tentang revitalisasi di dalam internal DPRD sudah di laksanakan.
Revitalisasi atau di istilahkan dengan 3R ini diharapkan dapat membangkitkan kepercayaan masyarakat akan kerja dewan saat ini. Revitalisasi Birokrasi, Revitalisasi Produk Hukum dan Revitalisasi Infrastruktur Pendukung.
Menurut Ketua DPRD Gusli Topan Sabara, pentingnya Revitalisasi ini dilakukan karena adanya kekurang puasan masyarakat akan kerja dewan, jadi Revitalisasi Birokrasi ini ditujukan untuk semua dewan dan pegawai di sekretariat DPRD,
Gusli menambakan, dengan diperbaikinya fasilitas dan gedung di DPRD ini artinya saat ini kinerja anggota dewan juga akan lebih maksimal, untuk mendukung itu maka birokrasi dewan harus di benah kedepan agar tudingan yang selama ini di tujukan kepada dewan tidak lagi tersematkan.
“Revitalisasi birokrasi DPR, hal ini untuk menampik menset masyarakat kita bahwa DPR itu hanya tahu 5D (Datang, Duduk, Dengar, Diam, Duit), dan menset ini harus di ubah, bahwa masyarakat yang sudah mendelegasikan untuk mewakili masyarakat kita, itu kita harus cepat bergerak dari pada masyarakat kita. Untuk itu revitalisasi secara internal yaitu birokrasiny” katanya.
Dilanjutkanya, selain berbenah di dalam birokrasi, revitalisasi prodak hukum atau perda yang di hasilkan dari DPR ini juga harus memberikan kontribusi kepada masyarakat dan daerah.
“Tugas pokok kita manufacturing menetapkan prodak hukum untuk menata kepastian hukum dalam berkonawe dan ini wajib kita harus laksanakan sesuai undang-undang. Dan prodak hukum kita ini haris mengalami kemajuan. Sehingga prodak prodak kita itu 60 persenya itu kita fokus pada pembangunan karakter” jelasnya.
Lajut Gusli, repitalisai fasilitas dewan juga perlu di lakukan untuk mendukung semua itu, karena sebagai wakil rakat hal ini perlu di lakukan agar pembenahan birokrasi dan prodak hukum mampu tercipat dengan baik.
” Revitalisasi infrastruktur, kita harapkan selesainya sebagian dari pada revitalisasi DPR ini maka kita harus berbenah dalam segala hal, mulai dari birokrasi kesekretariatan, prodak hukum dan berbenah dari fasilitas karena kita ini ujung telunjuk masyarakat ” jelasnya. (**)

Click to comment

The Latest

To Top