Pelaku Pasar Tunggu Laporan Keuangan, Saham Grup Bakrie Ambles – KOLAKA POS

KOLAKA POS

EKOBIS

Pelaku Pasar Tunggu Laporan Keuangan, Saham Grup Bakrie Ambles

KOLAKAPOS, Jakarta–Setelah menarik perhatian karena menguat cukup signifikan, saham-saham Grup Bakrie kembali berguguran. Padahal 7 dari 9 perusahaan Grup Bakrie sudah menanggalkan predikat saham gocap.

Menurut Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada, para pelaku pasar yang memegang saham Grup Bakrie saat ini sedang menunggu sentimen berikutnya pasca disetujuinya rencana restrukturisasi utang PT Bumi Resources Tbk (BUMI) dalam RUPS.

“Artinya setelah BUMI berhasil RUPS-nya selanjutnya apa yang akan dilakukan BUMI untuk ke depannya. Sepanjang pelaku pasar belum dapat kepastian apa yang akan dilakukan berikutnya itu biasnya pelaku pasar wiat and see atau bahkan keluar sementara,” tuturnya saat dihubungi detikFinance, Minggu (19/2/2017).

Pada RUPS BUMI beberapa waktu yang lalu, sebanyak 99,96% pemegang saham sepakat atas rencana restrukturisasi utang melalui menerbitkan saham baru dengan skema right issue. Harga pelaksanaan rights issue dipatok pada level Rp 926, sehingga maksimal dana yang akan diraih lewat HMETD sebesar Rp 35,1 triliun.

Lewat righs issue tersebut, maka jumlah utang yang akan di konversi melalui penerbitan saham baru atau rights issue sebesar US$ 2,01 miliar. Sementara untuk konversi melalui OWK senilai US$ 639 juta.

Pasca bergulirnya rencana restrukturisasi utang, harga saham BUMI terus mengudara hingga posisi tertinggi di level Rp 505 pada 27 Januari 2017. Namun pada perdagangan terakhir pekan lalu saham BUMI berakhir di level Rp 362.

Sementara saham PT Bumi Resources Mineral Tbk (BRMS) bertambah 1 poin (1,06%) ke Rp 95. Sama dengan BUMI, saham BRMS juga dalam tren pelemahan dalam rentang 5 hari perdagangan.

Saham Grup Bakrie lainnya pun ikut kandas, seperti saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) yang kini seharga Rp 66 per saham. Padahhal pada 10 Februari 2017, saham DEWA sempat berada di kisaran Rp 94.

Lalu saham PT Bakrieland Tbk (ELTY) yang sempat menyentuh level Rp 97 per saham pada 10 Februari 2010 kini menjadi Rp 71 per saham. Kemudian saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) kembali lagi ke zona gocap setelah sebelumnya sempat menyetuh level Rp 78 pada 10 Februari 2017 yang lalu.

Begitupun saham PT Capitalinc Investment Tbk (MTFN) yang kini kembali ke level Rp 50 setelah sebelumnya sempat menguat ke level Rp 68 per saham pada 10 Februari 2017. Sedangkan saham PT Bakrie Sumatera Plantation Tbk (UNSP) yang pada 10 Februari 2017 di level Rp 78 kini berada di posisi Rp 51.

Menurut Reza, momentum bangkitnya harga-harga saham Bakrie sudah cukup memberikan ruang bagi pemegang saham yang sempat ‘nyangkut’ lama untuk profiit taking. Namun ada kemungkinan para investor tersebut kembali lagi masuk ke saham-saham Bakrie. namun mereka akan cendrung melihat fundamental perusahaan khususnya BUMI yang kemarin menjadi lokomotif penguatan saham Bakrie

“Jadi memang sementara ada wait and see, menunggu kejelasan berikutnya kalau lihat reaksi kemarin. Di internal berikutnya pelaku pasar melihat kenyataannya dari perbaikan harga komoditas akan menaikkan volume produksi atau penjualanya atau tidak,” tuturnya.

Oleh karena itu, pelaku pasar saat ini sedang menunggu keluarnya laporan keuangan dari BUMI di sepanjang 2016. (det)

Click to comment

The Latest

To Top