Pelajar Nekat Curi Tujuh Motor – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Pelajar Nekat Curi Tujuh Motor

KOLAKAPOS, Kaltim–Enam pelajar terlibat dalam kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di wilayah Sangatta, Kutim, Kaltim.

Mereka adalah MA, 14; AR, 16; AS, 16; DC, 15; DA, 17; dan HW, 15.

Jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kutai Timur (Polres Kutim) menangkap mereka dan menyita tujuh unit sepeda motor jenis matik merek Honda Beat dalam kondisi sudah dipereteli.

Empat pelaku yang diamankan tercatat masih satu sekolah di SMP negeri. Lalu, satu SMP swasta dan satu lagi siswa kelas I SMK negeri.

Terungkapnya kasus itu berawal dari kecurigaan warga yang melihat pelaku MA menunggangi kendaraan yang mirip dengan ciri-ciri kendaraan milik rekannya yang hilang sehari sebelumnya.

Setelah dibuntuti, motor pelaku dihentikan di sekitar jalan Gang Durian.

Pelaku beserta motor tersebut kemudian dilaporkan ke Unit Satreskrim Polres Kutim. Setelah dilakukan pengembangan pengusutan, ternyata ada lima pelaku lainnya.

Mereka ditangkap di Gang Taruna, Indomaret Jalan Karya Etam, Gang Damai, dekat Jembatan Pinang Jalan IA Muis, dan Gang Masjid.
“Pengakuan pelaku, tujuh motor diambil dari beberapa TKP (tempat kejadian perkara) terpisah,” jelas Kapolres Kutim AKBP Rino Eko yang didampingi Kasatreskrim Andhika Dharma Sena.

Dia menerangkan, berdasar hasil pengembangan diketahui, saat beraksi, pelaku selalu berpasang-pasangan.

Modus yang dilakukan adalah mengintai kendaraan yang terparkir di depan rumah atau tempat umum.

Saat korban lengah, motor langsung dibawa kabur pelaku dengan cara didorong ke tempat tertentu.

Setelah kendaraan dapat dihidupkan, mereka menyembunyikannya di sebuah tempat.

“Jadi, motor tidak disimpan di rumah. Ada semacam tempat khusus yang disiapkan mereka,” ungkapnya.

Apakah para pelaku terlibat dalam jaringan sindikat curanmor? Andhika menyatakan, pihaknya masih mengembangkan pengusutan.

Namun, yang jelas, sebelum diamankan, kendaraan tersebut hanya digunakan pelaku untuk kepentingan pribadi.

“Kami tidak tahu, apakah itu digunakan untuk balapan liar atau hanya gaya-gayaan. Tapi, kalau melihat dari kondisi kendaraan, sebagian masih standar pabrik. Memang ada beberapa yang sudah dipereteli bodi motornya,” ujar Andhika. (aj/c10/ami/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top