Pemprov Minta Komitmen Pemkot – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Pemprov Minta Komitmen Pemkot

KOLAKAPOS, Makassar–Wakil Gubernur Sulsel, Agus Arifin Nu’mang meminta semua stakeholder terkait, utamanya pertanahan dan Pemkot Makassar untuk proa aktif menyelesaikan persoalan pembebasan lahan di proyek middle ring road.

Agus juga mempertanyakan, kenapa masalah pembebasan lahan MRR tersebut terlalu lama diselesaikan. Dibanding beberapa proyek jalan lainnya.
Dia mencontohkan jalan alternatif yang menghubungkan wilayah Tamalanrea dengan akses tol atau populer disebut jalur Perintis-Sutami.
Menurutnya, selama jalan itu dikerjakan, tidak ditemukan persoalan berarti, termasuk dalam pembebasan lahan. Padahal, jalan itu sebenarnya tidak masuk dalam perencanaan Mamminasata.
“Itu inisiatif sepenuhnya dari Pemprov Sulsel. Cukup lancar pengerjaannya, ” kata Agus.
Dia berharap Pemkot Makassar bisa lebih beratensi dalam penyelesaian MRR mengingat proyek tersebut juga untuk mendukung infrastruktur jalan di Kota Makassar.
Agus mengatakan, waktu dilakukan pertemuan dengan berbagai stakeholder membahas soal infrastruktur jalan, dia sempat mempertanyakan komitmen Pemkot Makassar untuk sama-sama menyelesaikan persoalan yang ada.
“Saya minta Makassar, bahwa Makassar jangan seperti itu. Kita harus punya komitmen sama-sama,” ungkapnya.
MRR merupakan proyek jalan yang anggaran dan pembebasan lahannya menggunakan APBN. Namun, walau anggaran sepenuhnya ditanggung pusat, daerah seyogianya terlibat aktif untuk mewujudkan penyelesaiannya karena itu juga untuk kemaslahatan umat.
Kepala Proyek Pembangunan Jalan dan Jembatan MRR, R Jati Ekayana menjelaskan, total nilai kontrak yang disiapkan untuk MRR sebesar Rp174.784.700.000. Proyek ini dikerjakan secara multiyears dan ditargetkan bisa rampung akhir 2018 mendatang.
Tahun ini, diharapkan MRR sudah bisa tembus dan dilalui dari Perintis hingga ke Jalan Leimena sepanjang 1,2 km. Sisanya sepanjang 1,85 km dari Jalan Leimena ke Borong akan dilaksanakan pada tahap selanjutnya. Selain konstruksi jalan, ada empat jembatan yang dibangun yakni Jembatan Sungai Tello II, Jembatan PDAM, Jembatan Kanal Batua, dan Jembatan Kanal Borong.
Progres pekerjaan hingga pertengahan Januari tahun ini dikisaran 22,465 persen. Sedikit mengalami keterlambatan dari schedule yang direncanakan.
“Seharusnya saat ini, progress pekerjaan sudah di angka 27,491 persen. Ada deviasi 5,026 persen, ” kata R Jati.
Diketahui, jalan alternatif Middle Ring Road (MRR) merupakan jalur baru guna menghubungkan Jalan Perintis Kemerdekaan dengan wilayah Antang. Kehadiran jalan tersebut diharap mampu mengurangi kepadatan arus lalu lintas di sekitar simpang empat Tello-Urip Sumiharjo arah ke Antang. Setelah jalan yang dibangun sepanjang 3,05 km itu selesai, kendaraan dari dan arah Perintis Kemerdekaan menuju ke antang dan Borong bisa memanfaatnnya. Selain lebih efektif karena mengurangi jarak tempuh, meminimalkan waktu, juga menghindari kemacetan yang kerap terjadi di sekitar Tello. Pembangunan jalan MRR dimulai sejak 20 November 2015 lalu. Namun, hingga saat ini, masih terkendala pembebasan lahan.
Data terakhir yang diperoleh BKM, masih ada lahan sepanjang 1,85 km, terdiri dari 28 bidang belum berhasil dibebaskan karena pemilik lahan belum sepakat dengan harga yang ditetapkan pemerintah. Selain itu, ada beberapa bidang lahan yang bersoal kepemilikannya.
Terpisah, Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto mengatakan, Pemerintah Kota Makassar tidak dapat berbuat banyak dalam membantu menyelesaikan pembangunan proyek jalan MRR di Kota Makassar.
Lambannya pembangunan proyek tersebut kata Danny sapaan akrabnya, disebabkan karena masalah pembebasan lahan yang sampai saat ini belum juga dilakukan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) yang memiliki tanggungjawab dalam mengelola anggaran pembangunan jalan MRR.
Untuk itu, kata Danny, pemerintah kota masih menunggu petunjuk dari BBPJN untuk memulai membebaskan lahan sesuai dengan peran pemerintah kota yang hanya sebagai fasilitator pembebasan lahan dalam pembangunan proyek jalan MRR.
“Tanya Balai kenapa pembangunan proyek jalan MRR mandek, jangan tanya kami. Karena yang mengelola anggaran itu Balai bukan kami. Kami selalu siap untuk membantu membebaskan lahan yang ada, kita kan hanya fasilitator saja,” sebut Danny, kemarin.(bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top