Dinas Perindustrian Keluhkan Minimnya Anggaran – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

SULSELBAR

Dinas Perindustrian Keluhkan Minimnya Anggaran

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Makassar–Dinas Perindustrian Sulsel mengeluhkan minimnya anggaran yang dikelolanya. Dinas tersebut hanya mendapatkan alokasi anggaran sebesar Rp8 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Sulsel.

Anggaran yang hanya Rp8 miliar berbanding terbalik dengan banyaknya program yang akan dilaksanakan.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian Sulsel, Ahmadi mengakui jika anggaran yang dikelola sangat terbatas. Tak banyak yang bisa dilakukan. Sehingga untuk menyiasati kondisi itu, ada beberapa langkah yang dilakukan.
Diantaranya, mengefektifkan setiap kegiatan di masing-masing bidang, menentukan kegiatan prioritas, dan membuka ruang untuk bekerjasama dengan swasta dan BUMN.
“Untuk membesarkan IKM misalnya, kami sudah menandatangani MoU dengan BNI. Kami akan berupaya agar MoU yang sudah ditandatangani, bisa ditingkatkan ke perjanjian kerjasama,” bebernya.
Dia melanjutkan, ada empat masalah di sektor industri. Diantaranya, masih lemahnya daya saing industri nasional, belum kuat dan belum dalamnya struktur industri nasional, kegiatan industri masih terkonsentrasi di Pulau Jawa, dan belum optimalnya peran pemerintah dalam mendukung pengembangan sektor industri.
“Dinamika di sektor industri cukup beragam. Perubahan jumlah dan komposisi penduduk, serta peningkatan kesejahteraan, perkembangan teknologi, globalisasi proses produksi, kelangkaan energi, kelangkaan bahan baku tidak terbarukan, paradigma manufaktur, dan ketersediaan tenaga kerja kompeten,” urai Ahmadi.
Dia melanjutkan, ada empat program yang menjadi prioritas Dinas Perindustrian Sulsel. Program pengembangan industri kecil dan menengah, pengembangan sentra sentra industri potensial, peningkatan kapasitas iptek sistem produksi, dan peningkatan kemampuan teknologi industri.(bkm/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top