Lurah Diculik, Dipukuli, Kepala Direndam di Bak – Hacked by TryDee

Hacked by TryDee

HUKUM & KRIMINAL

Lurah Diculik, Dipukuli, Kepala Direndam di Bak

Net/Ilustrasi

KOLAKAPOS, Pontianak–Seorang lurah di Kecamatan Pontianak Selatan menjadi korban penculikan dan penganiayaan. Dia adalah Zahrul Basim (32), Lurah Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara. Zahrul diculik oleh empat orang tak dikenal di rumahnya di Jalan Sepakat II, Gang Citra Mandiri Nomor 02, Kelurahan Bansir Darat, Kecamatan Pontianak Tenggara, Minggu (5/2) lalu.

Dikisahkan Zahrul, malam sekitar pukul 03.00 WIB, pintu rumah Zahrul digedor. Ia yang sedang tidur terbangun. Dia tanpa curiga dia membuka pintu. Begitu pintu dibuka, terlihat empat orang yang tak dikenalnya itu berdiri di depan pintu dan mereka langsung masuk ke dalam rumah.

Para pelaku langsung mencecar korban sejumlah pertanyaan. Mereka menyebutkan nama seseorang dan bertanya apakah Zahrul mengenalnya. “Saya merasa tidak mengenal nama orang yang mereka sebut-sebut. Tentu saya jawab tidak kenal,” ujarnya.

Tanpa basa-basi, pelaku langsung membawa Zahrul ke suatu tempat di kawasan Siantan, Pontianak Utara dengan menggunakan sebuah mobil. Tepatnya di sebuah kafe, di belakang Swalayan Kaisar, Siantan.

Di tempat itu, Zahrul disekap dan dipaksa untuk mengaku mengenal nama yang disebutkan pelaku. Namun, lagi-lagi karena tidak mengenal nama tersebut, Zahrul kukuh mengatakan tidak mengenalnya.

Selama dalam penculikan, ia menerima perlakuan kasar. “Kepala saya dipukul dan direndam di dalam bak air,” cerita Zahrul pada Pontianak Post. Bergantian, pelaku menganiaya dan menyiksa korban. Mulai dari memukul wajah, merendam kepalanya ke dalam bak air. Kepala Zahrul bahkan sempat dipukul menggunakan batako.

Sekitar pukul 04.30, pelaku membawa korban ke Polsek Pontianak Timur. Para pelaku menuduh korban bersekongkol dengan seseorang yang sedang bersengketa dengan pelaku. Polisi pun lantas melakukan penyelidikan. Hasilnya, polisi menyatakan korban tidak terlibat dalam persekongkolan, seperti yang dituduhkan pelaku.

Saat ini Zahrul dirawat di salah satu rumah sakit di Pontianak. “Saya tidak tahu apa masalahnya. Katanya soal utang piutang sebesar Rp15 juta,” kata Zahrul saat ditemui di rumah sakit, tempat dirinya dirawat.

Zahrul sendiri telah melaporkan pelaku ke Polresta Pontianak atas kasus pengeroyokan. Dia berharap aparat kepolisian segera menangkap para pelaku. Hingga kemarin belum diketahui siapa empat pelaku yang telah melakukan penculikan tersebut.

Kasat Reskrim Polresta Pontianak Kompol Andi Yul belum dapat dikonfirmasi terkait adanya laporan penganiayaan oleh korban.

Menanggapi kejadian ini, Wali Kota Pontianak Sutarmidji meminta aparat penegak hukum mengusutnya secara tuntas. Menurutnya apa yang menimpa Lurah Bangka Belitung Laut Zahrul ini, sudah masuk tindak kriminal. Premanisme dan merugikan banyak pihak.

“Pelaku main hakim sendiri, bahkan termasuk tindakan brutal karena Zahrul dijemput dengan kasar, diculik dan dianiaya di daerah Pontianak Utara,” ungkapnya saat dihubungi, Senin (6/2) malam.

Untuk memberi dukungan kepada mantan ajudannya itu, orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak ini langsung datang menjenguk ke tempat Zahrul dirawat di RS Untan, Senin (6/2) malam. “Habis Isya saya mau lihat ke sana,” ucapnya, tadi malam. (fajar)

Click to comment

The Latest

To Top