Belum Ada Temuan Anthrax di Palopo – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Belum Ada Temuan Anthrax di Palopo

KOLAKAPOS, Palopo–Syukurlah, hewan ternak di Kota Palopo sehat-sehat. Hingga hari ini, belum ada temuan adanya penyakit anthrax. Berbeda dengan hewan ternak yang ada di daerah Jawa. Itu berdasarkan informasi dari Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) Kota Palopo.

Ditemui di ruang kerjanya, drh Burhanuddin, menegaskan, bahwa 100 tahun terakhir ini, di Kota Palopo belum pernah ada laporan atau temuan hewan ternak terkena penyakit mematikan tersebut.

“100 tahun terakhir ini, tidak ada temuan penyakit anthrax,” ucapnya kepada Palopo Pos, Rabu 8 Februari 2017, kemarin.

Menurut drh Bur, penyakit anthrax adalah jenis penyakit yang sangat berbahaya dan dapat menular pada manusia. Biasanya kategori penyakit seperti ini disebut zoonosis. Nama lain dari anthrax adalah radang limpa.

Biasanya disebabkan oleh bakteri yang masuk dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang mengandung bakteri basillus anthracis. selain melaui makanan yang tidak bersih tersebut bakteri anthrax bisa masuk dalam tubuh melalui tanah yang tercemar bakteri yang masuk melalui pernafasan dan luka pada sapi.
“Kalau terkena penyakit ini, hewan ternak hanya bisa hidup sampai empat hari saja,” sebut drh Bur.

Terpisah dari permasalahan itu, sejak satu tahun berdiri, ternyata Puskeswan sudah ramai dikunjungi. Tahun 2016 lalu saja, kurang lebih 300 pemilik hewan kesayangan memeriksakan hewan peliharaannya ke Puskeswan. Sementara di tahun 2017 ini, hingga per 8 Februari 2017, pengunjung di Puskeswan sudah mencapai 51 pengunjung.

“Di Puskeswan, yang kami periksa di sini (Puskeswan, red) adalah hewan peliharaan atau hewan kesayangan. Sedangkan di luar Puskeswan atau di lapangan, yang kami periksa kesehatannya adalah hewan ternak,” ujarnya lagi.

Menurut drh Bur, yang mendominasi pasien di Puskeswan adalah kucing dan anjing. Kalau kucing kebanyakan jenis kucing ras.

“Kalau penyakitnya, rata-rata keluhan penyakit kulit. Mulai penyakit kulit biasa sampai penyakit kulit akut,” sebutnya.

Penyakit kulit tersebut diakibatkan lantaran hewan kesayangan mereka kelebihan mengkonsumsi protein. Akibatnya terkena bisul. Ada juga yang terkena penyakit kulit disebabkan kutu, kutu air, bakteri dan jamur.
Untuk itu, karena tingginya volume pengunjung di Puskeswan, drh Bur berharap agar Wali Kota Palopo dapat memberikan bantuan ambulance hewan. Serta penambahan peralatan di Puskeswan seperti alat rontgen.(palopopos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top