Angka Anak Putus Sekolah Masih Tinggi – KOLAKA POS

KOLAKA POS

SULSELBAR

Angka Anak Putus Sekolah Masih Tinggi

KOLAKAPOS, Masamba–Sebagai Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang baru Badan Penelitian dan Pembangunan Daerah Kab Luwu Utara tahun 2017 fokus pada delapan program kegiatan yang akan dilaksanakan. Salah satunya angka anak putus sekolah relatif masih tinggi.

Kepala Balitbang Luwu Utara, Ir H Bambang Irawan M.Si menyebutkan kedelapan program kegiatan yang akan dilaksanakan Balitbang Luwu Utara adalah pertama Penciptakan iklim usaha ekonomi menengah yang kondusif yang muarahnya peningkatan usaha ekonomi menengah, utamanya dampak dari regulasi kebijakan Nasional seperti pengalihan kewenangan pengelolaan tambang galian bukan logam.

Program selanjutnya Menurut Bambang adalah penataan perundang-Undangan yang ada, yakni kajian terhadap peraturan perundang-undangan daerah terhadap peraturan yang baru lebih tinggi keselarasannya antara peraturan atau regulasi yang dibuat di daerah. Dimana hasil yang akan kita raih dari kajian ini adalah salah satunya kajian angka putus sekolah yang masih tinggi.

“Tadinya peringkat lima sekarang peringkat 10 di Sulsel. Kita ingin kaji hal ini kenapa tinggi angka putus sekolah padahal mulai SD sampai SMA semua sudah gratis, kita ingin tahu penyebabnya apakah orang tua yang salah, ataukah kepala desa sudah tidak perhatikan warganya yang putus sekolah, ini perlu diatur dengan regulasi berupa perda,” kata Bambang, Rabu 8 Pebruari kemarin.
Selain itu, lanjutnya, persepsi tingkat korupsi di Lutra juga menjadi perhatian Balitbang Luwu Utara, sebab selama ini belum pernah dikaji apa penyebab aparat korupsi. Program ini juga merupakan salah satu target RPJMD Lutra, khususnya yang terkait dengan misi ke satu yakni meuwujudkan tata pemerintahan yang baik.

“Kita ingin ketahui Indeks Persepsi Korupsi di Luwu Utara itu berapa, termasuk program pemeliharaan Keamanan, Ketentraman, ketertiban masyarakat dan pencegahan lriminal, bagimana stategi mengedalikan Kantrantibmas ini,” ujarnya.

Termasuk program pengembangan lingkungan sehat, program penyiapan potensi sumber daya sarana dan prasarana, yakni kajian potensi sumberdaya terkait investasi.Penelitian dan pengkajian pembangunan terkait kepemudaan. Penelitian dan pengembangan teknologi pertanian dan perkebunan tepat guna, kemudian pengembangan dan penguatan litbang kebudayaan dan pariwisata.(palopopos/fajar)

Click to comment

The Latest

To Top