Relaksasi Transaksi Margin Untungkan Investor – KOLAKA POS

KOLAKA POS

EKOBIS

Relaksasi Transaksi Margin Untungkan Investor

Ilustrasi. Foto: JPNN

KOLAKAPOS, Jakarta–Pelaku pasar dapat memakai fasilitas margin atas 180 saham. Pasalnya, otoritas pasar modal resmi memberlakukan relaksasi transaksi margin, Senin (6/2). Kebijakan tersebut diprediksi bakal mendongkrak transaksi. Relaksasi transaksi itu juga diikuti aturan baru soal syarat dan perdagangan efek dalam transaksi margin dan transaksi SHORT selling.

Selanjutnya, keanggotaan margin dan short selling juga menghadapi hal serupa.

Di mana otoritas bursa mengubah aturan Nomor II-H tentang persyaratan dan perdagangan efek dan transaksi margin dan short selling.

Kemudian aturan Nomor III-I tentang keanggotan margin dan short selling.

Dalam perubahan aturan efek dapat ditransaksikan dan dijaminkan dalam transaksi margin, saham tercatat di atas 12 bulan ditransaksikan paling kurang 90 persen dari total jumlah hari bursa selama enam bulan terakhir.
Selain itu, otoritas pasar modal juga mengubah aturan Nomor III tentang keanggotaan margin dan SHORT selling.

Anggota bursa (AB) dengan modal kerja bersih disesuaikan (MKBD) senilai Rp 250 miliar atau lebih dapat melakukan transaksi margin skema baru.

Sedangkan AB dengan MKBD kurang Rp 250 miliar, hanya dapat bertransaksi margin 45 efek margin.

Sebelumnya, kini dafter feel margin tercatat 180 dari sebelumnya sekitar 62 efek. Sedang daftar efek ditransaksikan shortsell ada 137 efek.

Saham keluar daftar efek shortsell yaitu Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP). Relaksasi aturan transaksi margin diharap dapat meningkat.

Itu mengingat, saham ditransaksikan secara margin makin banyak.

”Jadi, kami harap transaksi saham lebih aktif. Investor juga punya banyak pilihan saham untuk bertrasnsaksi jual beli saham,” tutur Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa Bursa Efek Indonesia (BEI) Alpino Kianjaya. (jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top