Adu Mulut, Nyawa Melayang – KOLAKA POS

KOLAKA POS

HUKUM & KRIMINAL

Adu Mulut, Nyawa Melayang

Orang meninggal. ILUSTRASI. FOTO: Pixabay.com

KOLAKAPOS, Jakarta–Apes nasib Muhammad Saiful Arif, remaja 16 tahun di Surabaya. Dia dan temannya Taufik dikeroyok sejumlah pemuda di Jalan Kenjeran 356.

Itu terjadi Senin dini hari kemarin, saat keduanya sedang mengendarai motor.

Arif kali terakhir pamit kepada ibunya, Safina, Minggu (5/2) pukul 21.00.

Dia meminta izin untuk pergi bersama teman-temannya. Arif mengendarai motor Yamaha Jupiter.

Sekitar pukul 03.00 Arif yang berboncengan dengan Taufik dikeroyok sejumlah pemuda di Jalan Kenjeran 356.

Keduanya ditusuk di beberapa bagian tubuh ketika berusaha melawan.

Nahas, Arif tewas di tempat kejadian perkara (TKP). Adapun Taufik kritis dengan luka robek di punggung dan telinga.

Kapolsek Tambaksari Kompol David Triyo Prasojo menyatakan masih mengejar para pelaku penusukan tersebut.

Pihaknya cukup sulit melacak para pelaku karena minimnya bukti yang diperoleh dari lapangan.

“Kami masih memeriksa beberapa saksi. Untuk kronologi penusukan itu sendiri, kami belum bisa berbicara banyak,” jelasnya.

Yang pasti, Arif dan Taufik melintas di Jalan Kenjeran setelah berpesta di salah satu kelab malam yang tidak jauh dari TKP.

Setelah itu, entah karena alasan apa, keduanya didatangi beberapa orang. “Sempat cekcok, lalu terjadi penusukan itu,” beber David.

Polisi masih menunggu keterangan Taufik. Remaja 16 tahun tersebut kini masih kondisi kritis sehingga belum bisa dimintai keterangan.

“Dia masih dirawat di RSUD dr M. Soewandhie, belum bisa dimintai keterangan,” tutur dia.

Untuk sementara, polisi hanya bisa menyampaikan hasil otopsi jasad Arif. Yakni, Arif tewas setelah punggung kanannya ditusuk benda tajam.

Tusukan itu mengenai organ vital sehingga korban tewas seketika.
“Selain itu, ada tusukan lain di leher dan punggung kiri. Di kaki kanan ada sayatan,” papar polisi asal Malang tersebut.

Informasi yang diperoleh menyebutkan, sebelum insiden pengeroyokan, Arif dan Taufik bersama sekitar 20 teman sedang berpesta di sebuah kelab malam.

Setelah itu, mereka pulang dan melintas di Jalan Kenjeran 356. Kemudian, ada gerombolan lain yang melintas di dekat mereka.

Gerombolan tersebut memainkan gas motor sehingga korban dan teman-temannya emosional.

Adu mulut pun terjadi hingga berujung perkelahian. “Korban ditusuk dan pelakunya langsung lari,” ungkapnya.(rid/c11/fal/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top