Mahasiswa Akper Muna Sambut Direktur Baru dengan Mogok Kuliah – KOLAKA POS

KOLAKA POS

Jazirah Sultra

Mahasiswa Akper Muna Sambut Direktur Baru dengan Mogok Kuliah

Salah seorang Dosen Akper Pemkab Muna terus berusaha mengarahkan mahasiswa agar tidak pulang meninggalkan kampus.FOTO:Ahmad/Kolaka Pos

KOLAKAPOS, Raha–Ratusan mahasiswa Akademi Keperawatan Pemerintah Kabupaten (Akper Pemkab) Muna, sontak melakukan aksi mogok dan enggan mengikuti perkuliahan, Senin (6/2) pagi. Ketua Senat Akper Pemda Muna Rinto mengatakan, ada dua pemicu yang mengakibatkan rekan-rekannya mengelar aksi pada pagi itu. Pertama lantarana beberapa mahasiswa tidak terima dengan pergantian Direktur Akper Pemkab, kedua mereka ingin memperjelas tentang isu yang beredar terkait status Akper Pemkab Muna sudah berganti status menjadi sebuah Yayasan.
“Pemicunya penolakan pengelola yang baru. Kalau sebelumnya ibu NS. Santhy. Terus diganti ada yang tidak terima. Serta teman-teman meminta penjelasan pada Pemda tetang kejelasan status tempat perkuliahan kami ini,” terang Rinto.
Sementara itu, Direktur Akper Pemkab Muna Laode Ondo, terkejut melihat reaksi dari para mahasiswanya pagi itu. Sebab, dihari pertama ia bertugas, dirinya langsung disambut dengan aksi mogok kuliah. Ditambah lagi sebagian mahasiswa pulang meninggalkan kampus.
“Saya juga tidak mengerti. Yang jelas saya datang disini adalah amanah undang-undang yang di SK-kan oleh bupati Muna. Berdasarkan itu, maka saya sebagai bawahan menjalankan tugas dan memberitahukan pada pengelola lama bahwa hari ini kami akan berkantor di Akper Pemkab,” ungkapnya.
Tidak hanya itu, Direktur Akper Pemkab Muna yang baru ini, sangat menyesalkan aksi mahasiswanya tersebut, yang mudah terprovokasi oleh oknum untuk menggelar aksi mogok kuliah hingga meninggalkan kampus. “Saya pikir mereka tidak mogok, mungkin ada salah satu oknum mengarahkan mahasiswa. Mungkin dia (oknum, red) tidak ikhlas kepentingan pribadinya sehingga menggiring mahasiswa,” ujarnya.
Bahkan ia juga menilai bahwa aksi tersebut merupakan kerugian buat mahasiswa, karena tidak memahami sistem yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. “Jadi ini saya pikir kerugian mahasiswa itu sendiri. Harusnya, mahasiwa itu mengikuti jalur yang ada, sistem yang ada,” katanya.
Terkait dengan beredarnya isu pengalihan status Akper Pemkab Muna menjadi sebuah Yayasan, Laode Ondo menegaskan, bahwa Akper masih tetap berstatus Akper milik Pemkab Muna bukan merupakan Yayasan seperti isu yang beredar dikalangan akademik dan mahasiswa. “Tidak benar. Yang benar Akper ini masih milik Pemda dan perkuliahan tetap di kampus ini. Tidak ada tempat perkuliahan selain di gedung ini,” tegasnya.
Pantauan Kolaka Pos, dalam aksi tersebut terlihat puluhan mahasiswa Akper langsung mengambil kendaraan mereka yang terpakir di halaman kampus dan langsung meninggalkan kampus mereka. Namun sebagian lagi terlihat masih bertahan di kampus, guna menunggu penjelasan dari pihak akademik terkait beredarnya isu pergantian status Akper Pemkab Muna menjadi Yayasan dan miminta penjelasan tentang pergantian Direktur baru kampus mereka. (m1)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

The Latest

To Top